SportlinkNews - Putaran 13 balap Formula 1 akan segera bergulir di Belgia, tepatnya di Sirkuit Spa-Francorchamps, 26-27 Juli 2025.
Sirkuit ini memiliki desain dan suasana yang unik. Memiliki panjang 7km dengan 19 tikungan yang menuntut keahlian pembalap dalam melakukan overtake.
Sirkuit ini memiliki lintasan asli berbentuk segitiga yang dibangun pada tahun 1921, dengan perancang Jules de Thier dan Henri Langlois van Ophem yang menggunakan jalan umum antara kota Francorchamps, Malmedy, dan Stavelot.
Baca Juga: Gagal ke Juventus, Emil Audero Kini Didekati Klub Promosi Serie A
Awalnya sirkuit ini memiliki panjang 14,9km yang melintasi hutan dan perbukitan di wilayah Ardennes yang indah.
Lintasan ini dikembangkan kembali pada tahun 1979, dan meskipun panjang sirkuit baru hanya setengah dari aslinya, lintasan ini tetap menjadi yang terpanjang di kalender saat ini dengan panjang 7,004 km.
Sirkuit Spa menjadi tuan rumah Grand Prix non-kejuaraan sejak tahun 1924. Baru pada tahun 1950, sirkuit ikonis Belgia ini menjadi salah satu dari hanya tujuh sirkuit yang menjadi bagian dari kejuaraan perdana Formula 1.
Balapan itu dimenangkan oleh Juan Manuel Fangio yang legendaris, yang memimpin Alfa Romeo untuk finis satu-dua di depan rekan setimnya, Nino Farina.
Sirkuit Spa-Francorchamps menjadi salah satu trek favorit para pembalap Formula 1, dengan perpaduan lintasan lurus yang panjang dan tikungan cepat yang menantang.
Hal itu memungkinkan pembalap memacu mobil mereka hingga batas maksimal, terutama dalam kondisi trek kering.
Baca Juga: Jersey Kandang Venezia Mengaburkan Batas antara Mode, Budaya, dan Sepak Bola
Yang menarik, karakteristik cuaca Belgia terkadang hujan di satu bagian trek dan kering di bagian lain, yang berarti cengkeraman dapat bervariasi dari satu tikungan ke tikungan lainnya.
Eau Rouge merupakan bagian sirkuit yang mendebarkan, yang bisa dibilang rangkaian tikungan paling terkenal di dunia, saat para pembalap berbelok ke kiri, kanan, lalu menanjak melewati Raidillon.