f1

Soal Regulasi Balap F1 2026, Max Verstappen: Itu Bukan yang Disukai Penggemar F1 Sejati

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:00 WIB
Max Verstappen gagal mempertahankan gelar juara dunianya di musim 2025 (Formula 1)

SportlinkNews - Regulasi Formula 1 2026 masih menimbulkan polemik dikalangan pencinta F1. Tidak itu saja, bahkan seorang Max Verstappen pun melayangkan kritikannya soal regulasi musim ini.

Bahkan, Max Verstappen mengklaim bahwa siapa pun yang menikmati peraturan Formula 1 baru tidak memahami balap motor dalam kritik lainnya terhadap peraturan 2026.

Juara dunia empat kali ini mengkritisi perubahan peraturan terbaru F1, yang telah mengubah sasis dan unit daya, yang terakhir lebih bergantung pada energi listrik.

Baca Juga: Butuh Keajaiban Manchester City Juara Liga Primer

Ini berarti pengumpulan energi baterai memainkan peran yang lebih besar di grand prix. Selama musim liburan, Verstappen mencelanya sebagai "anti-balap" dan menyebutnya sebagai "Formula E yang diperkuat".

Banyak orang yang sependapat dengan pembalap Belanda ini. Namun, setelah dua putaran kampanye, beberapa penggemar mulai menyukai perubahan tersebut.

Itu lantaran menyebabkan balapan bergaya 'yo-yo' dengan pertarungan roda ke roda yang lebih konstan - misalnya, balapan pembuka di Australia memiliki 75 kali lebih banyak aksi menyalip dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Mercedes Kembali Raih Double Podium di GP China, Kimi Antonelli Ungguli George Russell dan Lewis Hamilton

Namun Verstappen masih tidak menyukai hal itu, karena hal itu menambah keyakinan bahwa aturan baru telah menciptakan 'balapan buatan' dengan banyak bantuan pengemudi yang berbeda seperti tombol menyalip.

“Ini mengerikan, jika seseorang menyukai ini, maka Anda benar-benar tidak tahu apa itu balapan,” kata pembalap Red Bull itu. “Ini sama sekali tidak menyenangkan. Ini seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan," ujar Max.

“Anda menyalip dengan kecepatan tinggi, lalu kehabisan baterai di lintasan lurus berikutnya, mereka menyalip Anda lagi. Bagi saya, ini hanya lelucon,” ucapnya.

Baca Juga: Lewis Hamilton Sabet Podium Pertamanya di Grand Prix China Usai Duel dengan Charles Leclerc

Verstappen kemudian menepis anggapan bahwa hal itu menyebabkan persaingan yang lebih ketat, karena Mercedes masih memenangkan kedua grand prix tahun ini.

“Hanya Kimi atau George yang menang. Tidak benar-benar saling berbalas. Mereka jauh di depan para pesaing," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini