SportlinkNews - Arsenal dan adidas meluncurkan seragam ketiga baru klub untuk musim 2026/27. Jersey anyar itu mengambil beberapa isyarat visual yang paling mudah dikenali dalam sejarah klub.
Ini adalah seragam yang dibangun di sekitar warisan, tetapi disajikan dengan sentuhan yang jauh lebih ringan.
Yang paling jelas, seragam ini menandai kembalinya warna kuning ikonik Arsenal untuk pertama kalinya dalam lima musim.
Baca Juga: Herdman Akui Vietnam Lebih Baik, Indonesia Wajib Bangkit di Singapura
Ini adalah warna yang langsung membangkitkan kenangan beberapa pertandingan tandang paling berkesan klub, memberikan desain baru koneksi langsung ke masa lalu Arsenal.
Namun, alih-alih hanya mengandalkan nostalgia, adidas telah menggunakan fondasi yang familiar itu untuk menciptakan sesuatu yang terasa sangat modern.
Dasar kuning pucat dipadukan dengan detail biru tua di seluruh branding adidas, lambang klub, dan trim, sementara aksen merah anggur yang halus pada kerah dan manset menambahkan lapisan kedalaman lainnya. Ini adalah palet warna yang bersih dan seimbang yang terasa elegan dari setiap sudut.
Baca Juga: Obok-obok Timnas Indonesia, Ini Senjata Rahasia Kim Sang-sik
Yang sangat menarik adalah cara adidas mendekati salah satu ciri khas desain Arsenal yang paling terkenal.
Jersey ini menampilkan garis-garis sublimasi yang terputus-putus yang berfungsi sebagai reinterpretasi kontemporer dari grafik petir ikonik klub. Penggemar Arsenal akan langsung mengenali referensinya.
Motif petir pertama kali muncul pada jersey tandang legendaris Nike tahun 1994/95 dan 1995/96, sebelum kemudian digunakan kembali oleh adidas pada rilisan yang lebih baru, termasuk jersey ketiga 2021/22 dan jersey tandang musim lalu. Namun kali ini, eksekusinya jauh lebih terkendali.
Baca Juga: Intip Istri Bruno Guimaraes yang Menawan, Ahli Gizi yang Menikahi Target Transfer Arsenal
Alih-alih menempatkan petir di bagian depan dan tengah, adidas memilih perlakuan tone-on-tone yang halus yang menyatu dengan sempurna ke dalam dasar kuning pucat.
Pengaruhnya ada, tetapi tidak mendominasi desain. Sebaliknya, itu menambahkan tekstur dan karakter tanpa mengalahkan estetika keseluruhan jersey.