SportlinkNews - Upaya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk membela diri dalam kasus tujuh pemain keturunan akhirnya kandas.
FIFA resmi menolak banding yang diajukan FAM terkait sanksi atas dugaan penggunaan pemain keturunan palsu dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dalam surat resmi yang diterima FAM pada Senin lalu, 3 November 2025, FIFA menegaskan bahwa hasil keputusan sebelumnya tetap berlaku. Artinya, Malaysia tetap dijatuhi denda sebesar 350 ribu CHF atau sekitar Rp7,3 miliar.
Baca Juga: Pengamat: Piala Dunia U-17 Jadi Tolok Ukur Pembinaan Pemain Muda Indonesia
Sementara ketujuh pemain yang terlibat masing-masing harus membayar sanksi denda sebesar 2.000 CHF atau senilai Rp41,8 juta serta menjalani skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola.
Ketujuh pemain tersebut adalah Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal, yang sempat membela Timnas Malaysia di ajang Kualifikasi Piala Asia 2027.
Presiden FAM, Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan dari FIFA.
Baca Juga: Charles Oliveira Jadi Inspirasi Allan Nascimento Tampilkan Cekikan Anakonda di UFC Vegas 110
"FAM telah menerima keputusan banding dari FIFA di mana banding kami ditolak," ujar Yusoff melalui unggahan di akun Instagram resmi FAM.
Meski kecewa dengan hasil tersebut, FAM tidak akan tinggal diam. Pihak federasi menegaskan akan mengajukan permintaan penjelasan resmi kepada FIFA untuk mengetahui alasan detail di balik penolakan tersebut.
"FAM akan mengirimkan surat kepada FIFA untuk mendapatkan penjelasan secara rinci serta alasan terkait penolakan itu," lanjut Yusoff.
Baca Juga: Pelatih Zambia U-17 Akui Lini Depan Masih Tumpul Jelang Hadapi Indonesia
Lebih jauh, FAM juga tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk upaya terakhir untuk memperjuangkan nama baik federasi serta membela para pemain yang bersangkutan.
"Kami akan terus memperjuangkan hak para pemain dan kepentingan sepak bola Malaysia di level internasional," tegas Yusoff.
Baca Juga: Lawatan Real Madrid ke Anfield, Trent Alexander-Arnold Disambut Cemoohan Fans Liverpool
Ini menjadi pertama kalinya FAM menghadapi sanksi berat dari FIFA terkait status pemain keturunan.
Kasus ini juga menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara, mengingat tujuh pemain tersebut sebelumnya diklaim memiliki garis keturunan Malaysia namun belakangan diketahui terdapat kejanggalan dalam dokumen pendaftaran mereka.
Artikel Terkait
Terungkap Dokumen Asli FIFA dari Argentina, Pemain Naturalisasi Malaysia Terbukti Ilegal
FIFA Periksa Detail Kasus Naturalisasi, Malaysia Terancam Hukuman Berat
FIFA Tetapkan Tanggal Pengumuman Hasil Banding Kasus Naturalisasi Bodong Malaysia
FIFA Segera Bongkar Skandal Naturalisasi Malaysia, Bukti Baru Kuat Tak Terbantahkan
Kasus Pembunuhan Gemparkan Sepak Bola: Tersangkanya Pemain Naturalisasi Malaysia