Redam Ketajaman PSG, Legenda Arsenal Minta Jurrien Timber Diturunkan Sejak Awal

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:14 WIB
Jurrien Timber mencetak gol kemenangan Arsenal melalui sundulan.
Jurrien Timber mencetak gol kemenangan Arsenal melalui sundulan.

SportlinkNews - Upaya Arsenal mengamankan trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah dipastikan mendapat tantangan berat dari sang juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG). Raksasa Prancis tersebut sebagai tim yang lebih difavoritkan untuk memenangi laga final yang berlangsung di Puskas Arena pada Sabtu (30/5).

Kedigdayaan armada Les Parisiens sepanjang kompetisi musim ini tidak lepas dari produktivitas barisan depan mereka yang sangat menakutkan. Total 44 gol telah dilesakkan oleh lini serang PSG hingga membawa mereka kembali menembus partai puncak.

Sosok Khvicha Kvaratskhelia menjadi motor utama sekaligus kreator serangan mematikan dari sektor sayap klub ibu kota Prancis tersebut. Pemain berkebangsaan Georgia itu tercatat sudah membukukan 10 gol dan enam asis di Liga Champions musim ini.

Baca Juga: Jadi Tim Senior di Grup A, Meksiko Bidik Final Piala Dunia 2026

Pergerakan agresif Kvaratskhelia diyakini akan menjadi ancaman paling serius bagi benteng pertahanan Arsenal dalam laga nanti. Situasi ini memaksa barisan belakang The Gunners untuk bekerja ekstra keras demi mematikan pergerakannya.

Mantan bek Arsenal, Martin Keown, menilai Jurrien Timber merupakan sosok paling ideal untuk menghentikan daya ledak Kvaratskhelia. Timber dianggap memiliki modal berharga karena pernah sukses meredam sang pemain pada babak semifinal musim lalu.

Langkah taktis mematikan pergerakan lawan dari sisi kiri tersebut kini terganjal oleh kendala fisik Timber. Keown sangat berharap bek asal Belanda itu berada dalam kondisi bugar sepenuhnya sebelum peluit awal dibunyikan.

Baca Juga: Cari Pelatih Baru, Shin Tae-yong Masuk Radar Persija?

Masalah cedera pergelangan kaki memang sempat mengganggu konsistensi performa Timber menjelang berakhirnya Liga Primer musim ini. Timber bahkan harus menepi dari lapangan hijau sejak April lalu.

Kendati melewatkan banyak pertandingan, kualitas kepemimpinan dan ketangguhan Timber dinilai tidak akan luntur di laga krusial. Keown sangat optimistis sang pemain mampu mengemban tugas khusus tersebut dengan sangat baik jika diturunkan sejak menit awal.

"Saya menyaksikan pertarungannya dengan Kvaratskhelia musim lalu. Saya pikir dia menjalani pertarungan yang sangat sengit. Mungkin dia satu-satunya pemain di dunia sepak bola yang mampu menghadapinya, jadi saya pikir karena itulah dia diberi lebih banyak waktu bermain," kata Keown dikutip dari Football London.

Baca Juga: Antonio Cassano Kecam Keras Silvio Baldini Panggil Pemain U21 ke Timnas Italia

Faktor kebugaran pascacedera panjang biasanya menjadi alasan utama seorang manajer untuk memarkir pemain di laga penting sekelas final. Namun, karakteristik permainan Timber yang dinamis membuat situasi tersebut menjadi pengecualian tersendiri bagi internal tim.

"Biasanya, seseorang yang absen selama itu, Anda akan berkata, 'oke, sudah terlambat', karena dia belum bermain selama 14 pertandingan. Tapi dia pemain yang cukup unik. Mobilitasnya dan cara dia mampu merebut bola, dan dia sangat agresif dan merupakan bek yang suka melakukan kontak fisik," ucapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Football London

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X