SportlinkNews - Eksistensi Lamine Yamal di dalam skuad Spanyol diakui memegang peranan yang sangat krusial selama pergelaran Piala Dunia 2026. Kendati demikian, penyerang sayap muda berbakat tersebut dinilai tidak boleh dibebankan untuk menggendong misi juara La Furia Roja seorang diri pada turnamen kali ini.
Yamal membuktikan kontribusi besarnya saat membantu Spanyol mencukur Arab Saudi dengan skor telak 4-0 pada laga kedua Grup H. Pemain andalan Barcelona itu sukses memecah kebuntuan lewat gol pembuka dan terus meneror lini pertahanan lawan meski hanya diturunkan sepanjang babak pertama.
Akselerasi eksplosif yang dilancarkannya dari sektor kanan terbukti ampuh membongkar barisan belakang Arab Saudi hingga berujung pada sepasang gol dari Mikel Oyarzabal. Kehadiran Yamal di atas lapangan memberikan dampak instan yang membuat daya serang Spanyol jauh lebih kreatif ketimbang saat ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde.
Baca Juga: Arsenal Resmi Permanenkan Status Piero Hincapie Mulai 1 Juli 2026
Melihat sorotan besar tersebut, mantan pemain belakang Spanyol, Cesar Azpilicueta, langsung memberikan peringatan dini terkait besarnya ekspektasi publik kepada Yamal. Ia menegaskan Yamal yang masih berusia sangat muda tersebut tidak sepatutnya memikul beban target tim yang terlampau berat.
"Saat orang-orang bicara soal kans Spanyol memenangi Piala Dunia ini, tentu mereka menunjuk Lamine Yamal sebagai kunci. Tapi Anda tak bisa memenangi Piala Dunia sendirian, terutama yang kali ini karena ada lebih banyak laga," ungkapnya dalam kolom di BBC.
Pernyataan dari mantan kapten Chelsea tersebut merujuk pada format ajang baru yang menuntut ketahanan fisik ekstra dari setiap elemen skuat. Struktur turnamen yang lebih panjang dipastikan bakal menguras stamina para pemain andalan jika terus dipaksakan tampil tanpa adanya rotasi.
Baca Juga: PB IPSI Sambut Positif Pelatnas Atlet Nasional Multiyears dan Jangka Panjang
"Mungkin ada babak tambahan di fase gugur, ditambah panasnya dan semua perjalanan panjangnya," ucapnya.
Azpilicueta kemudian mengajak publik untuk berkaca pada keberhasilan Spanyol saat merengkuh trofi juara Euro 2024 silam di Jerman. Walaupun Yamal keluar sebagai Pemain Muda Terbaik Turnamen, fondasi utama kejayaan Spanyol saat itu sejatinya terletak pada solidnya faktor kolektivitas tim.
"Saat Spanyol memenangi Piala Eropa 2024, De La Fuente memakai semua 23 pemain outfield di skuadnya dalam tujuh laga. Semua orang juga harus siap kali ini," tuturnya.
Baca Juga: Sunderland AFC Luncurkan Jersey Tandang Terinspirasi Raja Rock n Roll Elvis Presley
Prinsip kesetaraan peran di dalam tim nasional dinilai menjadi kunci utama yang wajib dipertahankan pelatih Luis de la Fuente pada Piala Dunia 2026. Setiap penggawa yang duduk di bangku cadangan harus memiliki mentalitas serta kesiapan yang sama tinggi dengan barisan pemain utama.
"Sebagai pemain, maunya pasti ingin terus bermain tapi di turnamen seperti ini, Anda tak pernah tahu kapan momen krusial yang bisa tiba untuk membuat perbedaan. Buat Mikel Oyarzabal di Euro 2024, momennya datang saat dia masuk dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan di final lawan Inggris," ujarnya..
Artikel Terkait
Jadwal Pertandingan Grup G, H, I Piala Dunia 2026: Laga Krusial Uruguay vs Spanyol
Angkat Koper Usai Taklukkan Amerika di Piala Dunia 2026, Ini Pesan Gelandang Turki Orkun Kokcu
Kejutan dan Rekor Baru di Pekan Kedua Penyelenggaraan Piala Dunia 2026
Cukur Irak 5-0, Senegal Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Sempurna di Fase Grup Usai Hajar Norwegia 4-1