Permainan Portugal Tersandera, Zlatan Ibrahimovic Kritik Keras Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 5 Juli 2026 | 21:51 WIB
Cristiano Ronaldo tak berkutik dijaga ketat pemain belakang Kolombia.
Cristiano Ronaldo tak berkutik dijaga ketat pemain belakang Kolombia.

SportlinkNews - Mantan penyerang legendaris Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melontarkan kritik tajam terkait komposisi lini depan Portugal di Piala Dunia 2026. Sorotan tajam tersebut diarahkan langsung kepada kapten Selecao das Quinas, Cristiano Ronaldo yang dinilai mulai kehilangan efektivitas permainan.

Kritik pedas ini mengemuka setelah Portugal harus bersusah payah menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada babak 32 besar. Meski Ronaldo membobol gawang Kroasia lewat penalti, gol kemenangan penentu justru lahir dari aksi penyerang muda Goncalo Ramos.

Ibrahimovic menilai tim pelatih Portugal melakukan kekeliruan besar dengan terus memprioritaskan Ronaldo sebagai starter utama. Menurut pandangannya, masa keemasan sang megabintang telah habis dan kini justru menghambat potensi para pemain muda potensial.

Baca Juga: Everton dan Castore Luncurkan Jersey Kandang Baru untuk Liga Primer Musim 2026/27

Kebijakan membangkucadangkan Ramos yang tampil lebih impresif dianggap sebagai sebuah kemunduran taktis bagi ambisi juara Portugal. Ibrahimovic melihat adanya ketimpangan nyata di lini serang.

"Para penggemar Portugal seharusnya sudah bisa menduga apa yang terjadi. Kalian tidak bisa berharap meraih gelar apa pun pada 2026 dengan Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun memimpin lini serang. Apalagi Ramos berada di bangku cadangan, padahal dia masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol," kata Ibrahimovic seperti dilansir Goal.

Pandit stasiun televisi Fox Sports tersebut juga menyindir narasi kepemimpinan karismatik yang selama ini melekat pada sosok pemilik lima gelar Ballon d'Or itu. Ibrahimovic menganggap kehadiran sang kapten di lapangan lebih didasari oleh faktor nonteknis yang merugikan kolektivitas tim.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Declan Rice Tidak Ambil Pusing Soal Lokasi Pertandingan Melawan Meksiko

"Ini bukan 'kepemimpinan legendaris.' Ini adalah ego yang menyandera tim. Ronaldo telah kehilangan sentuhan dan kelincahannya," ucapnya.

Ibrahimovic menambahkan penurunan kondisi fisik membuat ruang gerak Ronaldo kini menjadi sangat terbatas di area pertahanan lawan. Ketergantungan terhadap nama besar eks Real Madrid tersebut dinilai sebagai langkah tidak rasional yang dipelihara oleh manajemen tim.

"Sekarang dia hanya berada di kotak penalti. Pada titik ini, auranya lebih mendukungnya daripada kakinya. Terus menurunkannya sebagai starter hanyalah kegilaan yang didorong nostalgia," ungkapnya.

Baca Juga: Persiapan Piala AFF 2026, Enam Pemain Persija Jakarta Dipanggil Timnas Indonesia

Kendati menuai banyak kritik dari berbagai pengamat, performa Ronaldo di atas kertas sebenarnya tidak sepenuhnya buruk sepanjang turnamen berlangsung. Hingga fase gugur awal ini, penyerang bernomor punggung tujuh tersebut telah menyumbangkan total tiga gol bagi negaranya.

Namun, perdebatan mengenai kelayakan Ronaldo menghuni skuad utama diprediksi akan terus memanaskan ruang ganti menjelang laga berikutnya. Sebagian publik mulai meragukan efisiensi pergerakannya dalam menghadapi tim dengan organisasi pertahanan yang solid.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: GOAL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X