23 Juta Penggemar Kompak Tolak Argentina di Piala Dunia

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:28 WIB
Kekacauan terjadi di antara para pemain setelah peluit akhir dibunyikan di pertandingan final.  (Shutterstock Editorial)
Kekacauan terjadi di antara para pemain setelah peluit akhir dibunyikan di pertandingan final. (Shutterstock Editorial)

SportlinkNews - Kekalahan Argentina di Piala Dunia 2026 makin pahit. Lebih dari 23 juta penggemar menandatangani petisi untuk melarang Albiceleste mengikuti turnamen mendatang.

Setelah perkelahian dengan pemain Inggris dan Spanyol di semifinal dan final, tim asuhan Lionel Scaloni menjadi tim yang brutal di Amerika Utara.

Banyak yang mendukung Spanyol di pertandingan puncak New York – dan perasaan marah terhadap tim Lionel Messi semakin meningkat setelah pertandingan usai.

Baca Juga: Rachel/Febi Gagal Lanjutkan Kejutan di China Open 2026

Para bintang Argentina terlibat dalam perkelahian lagi di lapangan. Leandro Parades diusir setelah pertandingan berakhir karena mendorong Gavi hingga jatuh.

Asisten pelatih Roberto Ayala mencekik Eric Garcia dan memukul wajah Dani Olmo.

Parades bergumul dan mendorong pemain Spanyol yang mencoba merayakan kemenangan mereka.

Enzo Fernandez sudah diusir di akhir waktu normal karena kartu kuning kedua.

Baca Juga: Pemain Argentina Ngamuk Setelah Kalah, Paredes Memukul Gavi

Bahkan sang legenda sepak bola Messi mencoba cara kotor untuk membuat Marc Cucurella mendapat kartu merah karena menutupi mulutnya.

Dan semua ini sudah terlalu berlebihan bagi jutaan penonton, dengan sebuah petisi daring yang mendapatkan popularitas besar.

Awalnya dimulai selama Piala Dunia ketika para pendukung marah atas apa yang mereka anggap sebagai keputusan wasit yang pilih kasih terhadap Argentina, kini petisi tersebut telah meledak.

Baca Juga: Juara Pool A, Indonesia Kunci Tiket Semifinal SEA V Cup 2026

Petisi "Argentina Keluar" berbunyi: "Lebih dari 23 juta orang dari 170 negara menandatangani petisi ini dalam waktu kurang dari seminggu. FIFA mengabaikan kami, tetapi Spanyol memberikan hasil. Terima kasih Spanyol."

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X