Alur Penyebab KFA Jatuhi Shin Tae-yong Sanksi Larangan Melatih Sedekade

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:31 WIB
Pelatih Persija Shin Tae-yong pantau latihan pemainnya jelang Piala Presiden 2026. (Persija)
Pelatih Persija Shin Tae-yong pantau latihan pemainnya jelang Piala Presiden 2026. (Persija)

SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Korea (KFA) menjatuhkan sanksi berat berupa larangan beraktivitas di dunia kepelatihan selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong pada Jumat (24/7). Keputusan disipliner ini menjadi sorotan publik mengingat juru taktik berusia 55 tahun tersebut baru saja ditunjuk sebagai juru mudi anyar Persija Jakarta.

Sanksi tegas dari otoritas sepak bola Korea Selatan tersebut berakar dari rentetan konflik internal saat Tae-yong menangani Ulsan HD. Periode kepemimpinannya di klub tersebut terbilang sangat singkat karena hanya bertahan dari Agustus hingga Oktober 2025.

Selama menukangi Ulsan HD, hubungan antara Tae-yong dan para pemain dikabarkan memanas akibat ketidakcocokan gaya komunikasi. Keretakan hubungan di ruang ganti itu disinyalir memicu ketegangan berkelanjutan hingga berujung pada investigasi resmi.

Baca Juga: Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Mencoba Realistis Menghadapi Piala Presiden 2026

Di tengah situasi yang tidak kondusif, berbagai isu miring seputar profesionalisme mantan pelatih Timnas Indonesia itu mulai mencuat ke permukaan. Salah satu rumor yang berembus kencang menyebutkan kebiasaan Tae-yong bermain golf hingga membawa perlengkapan pribadinya saat melakoni laga tandang.

Tudingan tidak berhenti pada masalah di luar lapangan, melainkan merembet pada dugaan tindakan kekerasan fisik saat sesi latihan. Isu tindakan indisipliner tersebut akhirnya terbukti kuat setelah sebuah rekaman video mendadak viral di media sosial.

Dalam potongan video yang beredar luas, Tae-yong terlihat secara jelas menampar salah satu anak asuhnya yakni Jung Seung-hyun. Prnggawa Ulsan HD tersebut lantas melontarkan kritik pedas terkait metode kepemimpinan sang juru taktik setelah kompetisi berakhir.

Baca Juga: Persib Datangkan Ahli dari Mesir Demi Perkuat Strategi Pencarian Pemain Bertalenta

"Perilaku semacam itu tidak sesuai untuk masyarakat modern," kata Seung-hyun.

Menanggapi polemik yang kian membesar, Komite Fair Play KFA mengambil langkah tegas dengan memproses laporan tersebut sebagaimana dilaporkan laman KBS. Penyelidikan formal terhadap juru taktik yang pernah membawa Korea Selatan ke Piala Dunia itu dibuka pada Desember 2025.

Proses pemeriksaan intensif yang memakan waktu hingga delapan bulan tersebut akhirnya bermuara pada penetapan status bersalah bagi Tae-yong. Keputusan penjatuhan hukuman larangan melatih selama satu dekade di Korea Selatan menjadi vonis akhir atas dugaan pelanggaran tersebut.

Baca Juga: Arsenal Kenalkan Jersey Tandang Baru Disertai Serangkaian Film Pendek

Cakupan sanksi tersebut berpotensi meliputi pembekuan lisensi kepelatihan hingga pembatasan keterlibatan dalam arena sepak bola Korea Selatan. Bahkan, opsi pengusiran permanen dari panggung sepak bola Negeri Gingseng turut masuk dalam rentang potensi hukuman.

Pihak KFA memilih tidak memberikan perincian mendalam mengenai jenis sanksi spesifik yang dijatuhkan kepada Tae-yong. Mereka juga menutup rapat informasi tambahan terkait pertimbangan teknis keputusan tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: KBS News, Channel A

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X