SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sangat keberatan setelah muncul laporan bahwa FIFA ingin menjual sahamnya di Piala Dunia.
"Gagasan FIFA telah melampaui batas yang seharusnya tidak pernah dilampaui oleh badan pengatur sepak bola. UEFA menanggapi hal ini dengan sangat serius. Setiap Federasi Sepak Bola Nasional, liga, klub, pemain, penggemar, otoritas, dan semua orang yang peduli dengan masa depan sepak bola harus melakukan seperti yang kami lakukan," kata UEFA dalam sebuah pernyataan.
"Nilai sepak bola, Piala Dunia, bukanlah sesuatu yang dapat diperdagangkan, terutama ketika tidak ada transparansi tentang siapa yang sebenarnya akan mendapat keuntungan finansial. Tidak seorang pun dari kita memiliki sepak bola," kritik UEFA kepada FIFA.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Menang Besar atas Kamboja, John Herdman Soroti Celah Pertahanan Timnas
Pada Selasa 28 Juli, media Eropa secara bersamaan melaporkan bahwa FIFA memiliki gagasan untuk menjual saham Piala Dunia kepada federasi anggota dan investor.
FIFA akan mempertahankan saham mayoritas untuk memastikan haknya untuk menyelenggarakan dan mengelola turnamen Piala Dunia.
Tujuan FIFA adalah untuk mengumpulkan modal dalam jumlah besar melalui anak perusahaan yang baru didirikan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
Baca Juga: Siapkan Era MotoGP 850cc, Honda Abaikan Pengembangan RC213V Musim Ini
Menurut proposal tersebut, FIFA berharap dapat mengumpulkan sekitar $4,2 miliar atau sekitar Rp 61 triliun dari investor eksternal.
Jumlah besar ini diharapkan dapat membantu FIFA mewujudkan tujuannya untuk menyalurkan lebih dari $10 miliar dana pengembangan sepak bola global selama empat tahun ke depan.
Informasi dari The Times mengungkapkan bahwa jika proposal FIFA disetujui, Gianni Infantino akan terus memegang peran sebagai "Komisaris" turnamen Piala Dunia, bahkan setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir pada tahun 2031.
Baca Juga: Myanmar Bangkit, Jaga Asa Semifinal ASEAN Championship 2026
Investasi tersebut diharapkan akan dikoordinasikan oleh miliarder Joshua Kushner melalui dana modal venturanya, Thrive Capital.
Dana ini bukanlah hal baru di dunia olahraga, karena sebelumnya telah mengakuisisi saham di tim Major League Baseball (MLB). Joshua Kushner adalah adik laki-laki dari Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump.
Artikel Terkait
Pembalap Lain Liburan, Jorge Martin Malah Nekat Balap Sepeda 876 Km
Dani Olmo Kecewa Ayala Berbohong
Ibu Mancini Merayakan Kembalinya ke Timnas Italia, Berharap untuk Kemenangan Lain
Napoli Bidik Badiashile, Bek West Ham Juga Dipantau
Buntut dari Spanduk Malvinas, Martinez dan Mac Allister Sewa Keamanan Swasta di Inggris