Selama lima tahun bersama Bianconeri, Zidane mencatatkan 212 penampilan kompetitif, yang menghasilkan 31 gol dan assist yang tak terhitung jumlahnya.
Zidane juga menjadi bagian dari skuat Prancis yang meraih perunggu di Mediterranean Games edisi 1993 dan terus menginspirasi Les Bleus meraih kejayaan Piala Dunia FIFA di kandang sendiri pada tahun 1998.
Dampak Zidane di Juve sering dianggap bercabang dua: dalam hal sepak bola murni dan pada tingkat simbolis.
Ia adalah lambang gaya bermain yang utuh, membawa kegemaran menguasai bola, kesabaran, dan bakat untuk membongkar pertahanan Serie A yang terkenal tangguh.
Namun, pada tahun 2001, ada perubahan dalam perjalanan Zidane yang akan mengubah takdir kariernya. Zidane resmi dipinang Real Madrid.
Pada bulan Juli 2001, Presiden Real Madrid Florentino Perez mengeluarkan dana yang memecahkan rekor sebesar €77,5 juta (Rp1,48 triliun dengan kurs saat ini) untuk membawa Zidane ke Real Madrid.
Baca Juga: Jelang Duel Real Madrid vs Juventus, Xabi Alonso akan Turunkan Mbappe dan Pemain Muda Lainnya
Kesepakatan itu menjadikan Zinedine Zidane sebagai pemain termahal di dunia sepak bola.
Transfer tersebut juga semakin memperkuat status Real Madrid sebagai klub yang siap melakukan apapun dalam upayanya untuk menggabungkan strategi pemasaran dengan pencarian kesuksesan di lapangan.
Setelah bergabung dengan Los Merengues, Zidane tidak membuang waktu untuk membuktikan bahwa dirinya layak mendapatkan setiap Euro terakhir.
Ia direkrut karena keanggunan yang akan dibawanya ke ruang ganti yang penuh sesak dengan para superstar global dan karena kemampuannya untuk menciptakan keajaiban di lapangan.
Ia menciptakan satu momen yang sangat berkesan dalam pertandingan penentuan trofi Liga Champions UEFA 2001/02 melawan Bayer Leverkusen.
Zidane melepaskan tendangan voli kaki kiri yang luar biasa yang secara luas dianggap sebagai salah satu gol paling ikonik dalam sejarah kompetisi kontinental tersebut.