Zidane yang berkarakter memanfaatkan umpan silang sempurna dari Roberto Carlos untuk melepaskan tendangan yang dieksekusi dengan sangat baik yang melesat melewati Jorg Butt yang tidak berdaya.
Tendangan yang luar biasa, yang terjadi menjelang akhir babak pertama, ternyata menjadi gol kemenangan saat klub ibu kota Spanyol tersebut mengamankan gelar juara kontinental kesembilan.
Selama lima musim sebagai Madridista, pemain Prancis tersebut mencatatkan 227 penampilan dan mencetak 49 gol.
Zidane memukau para pendukung Madrid dengan sepak bola yang paling murni, termasuk kontrol yang menentang gravitasi dan assist yang mengagumkan yang mendorong Los Galacticos ke tingkat yang sama sekali baru.
Begitu besar pengaruh Zidane di Santiago Bernabeu sehingga warisannya melampaui karier bermainnya, yang ia tinggalkan pada tahun 2006.
Setelah gantung sepatu, ia kembali ke klub itu untuk bertugas sebagai duta besar, konsultan, dan pelatih tim B (Castilla) sebelum akhirnya diberi kendali tim senior.
Baca Juga: Usai Jegal Flamengo, Bayern Munchen Ditantang PSG di Perempat Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Masa jabatannya di ruang ganti membawanya memenangkan Liga Champions dalam tiga musim berturut-turut (2015/16, 2016/17, dan 2017/18).