SportlinkNews - Keputusan besar mewarnai komposisi tim nasional Inggris menjelang keberangkatan ke Piala Dunia 2026. Pelatih Thomas Tuchel telah merilis daftar pemain pilihan yang tidak menyertakan nama Morgan Gibbs-White.
Gelandang andalan Nottingham Forest tersebut menyatakan dapat menerima dengan lapang dada keputusan pahit yang diambil oleh Tuchel. Sikap legawa ini ditunjukkannya setelah mendapatkan penjelasan langsung dari arsitek taktik asal Jerman tersebut.
Kebijakan Tuchel mengeliminasi Gibbs-White menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengamat sepak bola Inggris. Sebagian pihak menilai performa impresifnya sepanjang musim ini sangat layak untuk mendapatkan satu tempat di skuad Tiga Singa.
Baca Juga: Pemain Arsenal Pesta Semalaman di Klub Malam Mewah
Statistik mencatat pemain berusia 26 tahun tersebut merupakan pilar vital sekaligus motor serangan utama bagi klubnya di kompetisi domestik. Kontribusi masifnya berhasil dibuktikan melalui torehan 18 gol serta tujuh asis di semua ajang.
Kelebihan lain yang dimiliki Gibbs-White adalah fleksibilitas taktisnya yang sangat tinggi saat berada di atas lapangan hijau. Ia diketahui mampu mengemban tugas dengan sama baiknya sebagai gelandang tengah, pengatur serangan, maupun penyerang sayap kanan.
Kendati memiliki modal performa yang mentereng, Gibbs-White tetap menghormati otoritas penuh yang dipegang oleh sang pelatih dalam meramu tim. Ia memberikan apresiasi khusus atas etika profesional Tuchel yang bersedia menghubunginya secara personal melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Paul Munster Bertahan di Bhayangkara FC Bakal Bongkar Seluruh Tim Demi Hadapi Musim 2026/27
Meskipun menunjukkan sikap yang dewasa, mantan penggawa Wolverhampton Wanderers ini tidak menampik adanya kepedihan mendalam karena gagal menembus panggung dunia. Keinginan besar untuk mengenakan seragam kebesaran Inggris di turnamen akbar terpaksa harus tertunda.
"Saya menghormatinya sebagai manajer, saya pikir dia manajer yang sangat hebat dan saya sangat berharap para pemain bisa melakukan sesuatu yang luar biasa musim panas ini karena mereka benar-benar pantas mendapatkannya," ujar Gibbs-White dikutip dari talkSPORT.
Langkah komunikasi proaktif yang diambil oleh Tuchel dinilai menjadi pembeda yang membuat sang pemain merasa tetap dihargai sebagai bagian dari representasi negara. Tindakan tersebut dianggap mencerminkan sisi humanis dari seorang pelatih top dunia dalam memperlakukan anak asuhnya.
Baca Juga: Lucas Frigeri Tutup Perjalanan Kariernya dengan Arema FC
"Dia orang yang hebat dan saya menghargai teleponnya, dia tidak perlu menelepon saya untuk memberi tahu saya bahwa saya tidak masuk dalam skuad, jadi saya menghargai itu."
Fokus utama Gibbs-White kini dialihkan sepenuhnya untuk menjaga kebugaran fisik demi menyambut agenda pramusim bersama klubnya. Pengalaman berharga ini dijadikan sebagai cambuk motivasi untuk tampil jauh lebih konsisten pada masa yang akan datang.