internasional

Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Mikel Arteta Akui PSG sebagai Tim Terbaik

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (UEFA)

SportlinkNews - Impian besar Arsenal untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub akhirnya harus kandas secara tragis di partai puncak. The Gunner dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) lewat drama adu penalti yang menegangkan di Puskas Arena, Sabtu (30/5) malam WIB.

Pertandingan sejatinya sempat berjalan manis bagi Arsenal yang berhasil mencuri keunggulan kilat saat laga baru berjalan lima menit. Gol pembuka yang dilesakkan oleh Kai Havertz tersebut sempat menyalakan asa juara dan membakar semangat para pendukung klub asal London Utara itu.

Kendati demikian, keunggulan tipis Arsenal akhirnya buyar usai. PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti mematikan dari Ousmane Dembele pada menit ke-64.

Baca Juga: Menang di Asia, Atlet Selancar Indonesia Dhea Natasya Siap Tembus Kejuaraan Dunia World Longboard Tour 2026/27

Skor imbang tersebut terus bertahan hingga babak perpanjangan usai digelar. Arsenal pada akhirnya harus merelakan trofi bergengsi itu terbang ke Paris setelah kalah dengan skor tipis 3-4 dalam drama adu penalti.

Sesaat setelah penyerahan medali perak dilakukan, Mikel Arteta dengan berjiwa besar langsung melemparkan sanjungan tinggi kepada PSG. Juru taktik asal Spanyol tersebut tanpa ragu menyebut sang rival sebagai tim sepak bola dengan kualitas paling mengerikan saat ini.

"Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," kata Arteta di laman resmi UEFA.

Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa

Mantan asisten pelatih Manchester City tersebut juga mengaku sangat terkesan dengan tingkat kontrol permainan yang ditunjukkan oleh anak-anak asuh Luis Enrique. Keunggulan teknis individu para pemain PSG dinilai menjadi pembeda yang sangat nyata dalam laga final tersebut.

"Apa yang mampu PSG lakukan dengan bola dan aksi individual, saya belum pernah melihatnya. Bukan soal rencana bermain dalam situasi tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda bermain seperti itu," ucapnya.

Kemenangan dramatis di ibu kota Hungaria ini sekaligus memastikan gelar juara Liga Champions kedua secara berturut-turut bagi kubu PSG. Keberhasilan tersebut makin menegaskan dominasi mutlak yang dibangun oleh klub kaya raya Prancis itu di panggung tertinggi antarklub Eropa.

Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru

Di sisi lain, Arteta tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasi dan kesedihan yang mendalam akibat kegagalan menyakitkan di partai final ini. Ia secara objektif mengakui level permainan kolektif timnya saat ini memang masih berada satu tingkat di bawah sang juara bertahan.

Sepanjang jalannya laga tersebut, Arsenal memang terlihat terus-menerus digempur dan dipaksa bertahan di area sendiri. Dominasi mutlak PSG bahkan membuat The Gunners mencatatkan rekor penguasaan bola yang sangat minim di bawah angka 25 persen.

Halaman:

Tags

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB