internasional

Konsisten Lolos Sejak 2002, Pelatih Murat Yakin Tegaskan Kualitas Skuad Swiss

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:26 WIB
Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin. (Getty Images)

SportlinkNews - FIFA memberlakukan regulasi baru dengan mengekspansi jumlah kontestan Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara. Turnamen akbar berskala global ini juga mencetak sejarah baru karena diselenggarakan secara kolaboratif oleh tiga negara bertetangga, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Peta persaingan di atas kertas masih menempatkan negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat sebagai kandidat terdepan peraih trofi. Kendati demikian, perubahan format kompetisi diyakini membuka ruang yang lebih lebar bagi lahirnya tim kejutan untuk melangkah jauh.

Salah satu kontestan berpengalaman yang berpotensi merusak dominasi tim papan atas namun kerap luput dari status unggulan utama adalah Swiss. Skuad Nati memiliki reputasi yang sangat impresif dengan tidak pernah sekalipun absen di panggung Piala Dunia sejak edisi 2002.

Baca Juga: Mampu Bertahan di Super League, Persijap Jepara Pertahankan Mario Lemos untuk Musim 2026/27

"Kami bermain dengan gembira tetapi juga serius, dan fakta bahwa kami telah lolos ke enam Piala Dunia terakhir menunjukkan betapa bagusnya cara kami berlatih dan kualitas yang kami miliki dalam tim," tutur pelatih Swiss, Murat Yakin di laman resmi FIFA.

"Itu hebat; bukan hal yang bisa dianggap remeh bahwa negara sepak bola yang lebih kecil seperti Swiss akan selalu lolos," Yakin menambahkan.

Kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh Swiss sejatinya sudah sangat diwaspadai oleh raksasa sepak bola dunia, khususnya tim-tim dari Benua Biru. Mereka sangat menyadari organisasi permainan Swiss yang disiplin berpotensi menjegal ambisi negara-negara besar di fase gugur.

Baca Juga: FIFA Memicu Kontroversi dengan Taktik Baru untuk Mengeruk Uang dari Penonton Piala Dunia 2026

Faktor utama di balik ketangguhan Swiss adalah keberadaan sejumlah pilar penting yang memegang peran sentral di kompetisi elite Eropa. Komposisi tim mereka saat ini dihuni oleh bintang-bintang matang sekelas Manuel Akanji, penjaga gawang Gregor Kobel, hingga jenderal lapangan tengah Granit Xhaka.

Kombinasi materi pemain yang mumpuni serta ikatan emosional yang kuat membuat Yakin percaya bisa menumbangkan tim mana pun. Ia memandang status nonunggulan yang disematkan publik justru menjadi keuntungan tersendiri bagi kesiapan mental bertanding anak asuhnya.

Kolektivitas permainan di dalam lapangan hijau diklaim sebagai senjata utama Swiss untuk meredam keunggulan individu dari para pemain bintang lawan. "Kami adalah tim yang solid dan telah bersama untuk beberapa waktu sekarang."

Baca Juga: 17 Pemain Manchester City akan Berjibaku di Piala Dunia FIFA 2026 di Benua Amerika

"Kami memiliki banyak pemain berpengalaman yang bermain untuk klub-klub besar dan tahu apa yang dipertaruhkan. Tentu saja sangat fantastis berada di sini."

Setiap jatah tiket kelolosan yang diraih oleh Swiss ditegaskannya murni merupakan hasil dari perjuangan keras di sepanjang babak kualifikasi. "Kami adalah kelompok yang kompak, dan kami menikmati bermain sepak bola. Kami mendapatkan tempat kami di Piala Dunia dengan penampilan kami di setiap tahap dan setiap pertandingan."

Halaman:

Tags

Terkini

8 Pemain Terlupakan tapi Masuk Ke Piala Dunia

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:05 WIB

Momen Messi Kaget Ditegur Putra Legenda Islandia

Kamis, 11 Juni 2026 | 10:05 WIB