SportlinkNews - Tim nasional Prancis memastikan diri lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati ujian berat pada fase 16 besar. Kepemimpinan taktis di pinggir lapangan menjadi kunci ketenangan Les Bleus saat menghadapi kebuntuan taktik.
Pertandingan sengit melawan Paraguay yang digelar di Philadelphia Stadium pada Minggu (5/7) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal penentu kemenangan Prancis dilesakkan oleh sang kapten, Kylian Mbappe, melalui eksekusi penalti.
Sepanjang paruh pertama, barisan penyerang Prancis yang dimotori Ousmane Dembele dibuat frustrasi oleh solidnya lini pertahanan Paraguay. Skuad asuhan Didier Deschamps bahkan tercatat gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.
Baca Juga: Pembalap Indycar Ikut Pantau Piala Dunia 2026 di Sela-sela Balapan Akhir Pekan
Keputusan krusial memasukkan tenaga baru pada babak kedua terbukti menjadi momentum pemecah kebuntuan bagi Prancis. Pelanggaran Diego Gomez terhadap Desire Doue di area terlarang pada menit ke-70 berbuah hadiah penalti dari wasit.
Sebelum gol tersebut lahir, publik sempat mengkhawatirkan Prancis akan menyusul nasib tragis Jerman. Skuad Die Mannschaft sebelumnya dipastikan angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan oleh Paraguay melalui drama adu penalti.
Kegagalan di fase ini juga bisa menjadi akhir dari perjalanan panjang karier kepelatihan Deschamps bersama Prancis. Kendati demikian, juru taktik berusia 57 tahun tersebut menegaskan ia tidak pernah terpengaruh oleh tekanan eksternal.
Baca Juga: Ange Postecoglou Resmi Jadi Pelatih Cristiano Ronaldo di Al-Nassr
"Terus terang saja. Saya tidak pernah memikirkan itu. Satu-satunya perasaan yang saya punya adalah melakukan segalanya untuk tim agar bekerja dengan cara terbaik," kata Deschamps seperti dilansir Reuters.
Deschamps memilih untuk menyikapi segala spekulasi masa depannya dengan sangat tenang. Ia menilai dinamika dalam dunia kepelatihan sepak bola merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu ditakuti berlebihan.
"Pertandingan terakhir bisa saja empat tahun lalu atau delapan tahun lalu. Mereka bisa saja bilang kepada saya untuk pulang. Seperti itu," ucapnya.
Baca Juga: Usai Kalahkan Paraguay Kylian Mbappe Keluarkan Pernyataan Keras: Kami Juga Bisa Bermain Kasar!
Fokus utama staf kepelatihan saat ini adalah menjaga mentalitas pemenang dan mempersiapkan strategi terbaik di setiap pertandingan sisa. Pendekatan psikologis yang matang diterapkan agar para pemain dapat tampil lepas tanpa dibayangi ketakutan akan kekalahan.
"Saya punya filosofi yang positif. Bersama staf saya, kami akan melakukan segalanya untuk menang. Tapi kami tahu ini adalah sepak bola. Kadang Anda kalah. Tapi jika Anda memberikan yang terbaik, maka pikiran Anda akan baik-baik saja," tuturnya.