SportlinkNews - Kekalahan 1-2 melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyingkirkan Brasil lebih awal. Tapi, juga menandai babak paling menyedihkan dalam sejarah Selecao.
Mereka kini telah mengalami paceklik gelar Piala Dunia terpanjang dalam sejarah gemilang mereka.
Rekor suram sebelum 'tembok' Eropa.
Pada Senin 6 Juli 2026 pagi tadi, Brasil kalah 1-2 dari Norwegia. Erling Haaland menjadi figur sentral dengan memborong dua gol kemenangan Norwegia.
Baca Juga: Como Rekrut Luis Milla dari Getafe CF, Fabregas: Dia Punya Ambisi yang Kami Cari
Striker Manchester City itu mencetak dua gol pada menit ke-78 dan ke-89, sebelum Neymar hanya mampu mencetak satu gol balasan dari titik penalti pada menit ke-90+10.
Gol di menit-menit akhir tidak cukup untuk menyelamatkan Brasil; itu hanya membuat kekalahan semakin pahit.
Kekalahan dari Norwegia menandai tonggak sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Brasil: kekeringan gelar Piala Dunia terpanjang dalam sejarah tim. Terakhir kali Brasil memenangkan Piala Dunia adalah pada tahun 2002, dengan generasi Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.
Baca Juga: Brasil 1-2 Norwegia: Monster Haaland Bikin Neymar Frustrasi
Menjelang Piala Dunia 2026, mereka memikul tekanan penantian selama 24 tahun. Angka itu pernah sama dengan jarak antara kejuaraan mereka tahun 1970 dan kemenangan Piala Dunia 1994.
Dengan Piala Dunia berikutnya pada tahun 2030, Selecao akan melewati 28 tahun tanpa gelar juara dunia, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi tim terkuat dalam sejarah sepak bola.
Lebih penting lagi, kekalahan melawan Norwegia bukanlah insiden terisolasi. Itu adalah mata rantai terbaru dalam serangkaian kegagalan panjang melawan tim-tim Eropa di babak gugur Piala Dunia bagi tim nasional Brasil.
Baca Juga: Meksiko Siaga Tinggi, 4 Suporter Tewas Jelang Lawan Inggris
Sejak kemenangan mereka pada tahun 2002, Brasil secara konsisten dihentikan oleh tim Eropa di tahap krusial turnamen.
Pada tahun 2006, Prancis asuhan Zidane mengalahkan Brasil 1-0 di perempat final. Pada tahun 2010, Belanda bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1, juga di perempat final.