SportlinkNews - Ketegangan baru menyeruak usai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 setelah pelatih Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Ivan Barton. Protes keras yang dilayangkannya langsung memicu respons dingin dan tegas dari otoritas tertinggi perwasitan dunia.
Langkah Les Bleus untuk melaju ke partai puncak harus kandas setelah dipaksa menyerah dengan skor 0-2 dari Spanyol pada laga sengit hari Rabu (15/7) dini hari WIB. Dua gol kemenangan skuad Matador masing-masing lahir melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal serta tembakan akurat yang dilesakkan oleh Pedro Porro.
Kekalahan tersebut rupanya menyisakan kekecewaan mendalam bagi Deschamps yang menilai performa sang pengadil lapangan sangat merugikan timnya. Ia menyoroti beberapa momentum krusial, terutama keputusan pemberian hadiah penalti bagi Spanyol yang dianggapnya sangat kontroversial.
Baca Juga: Usai Dikalahkan Argentina Harry Kane Tidak Yakin akan Bermain di Piala Dunia 2030
Deschamps merasa keputusan-keputusan yang diambil oleh wasit asal El Salvador itu telah merusak ritme permainan anak asuhnya sepanjang jalannya laga tensi tinggi tersebut. Ia pun tidak ragu untuk mempertanyakan kelayakan serta kapasitas sang pengadil dalam memimpin laga sekelas semifinal Piala Dunia 2026.
"Jika saya mengatakan sesuatu, saya akan terlihat seperti pecundang karena kami kalah. Tetapi saya bertanya kepada Anda: apakah wasit tersebut mampu memimpin pertandingan semifinal? Ada penalti, tetapi bukan itu saja keputusan yang merugikan kami," kata Deschamps dilansir dari Tribuna.
Pernyataan emosional dari mantan kapten Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 tersebut langsung menjadi tajuk utama di berbagai media olahraga internasional. Publik pencinta sepak bola dunia pun terbelah dalam menyikapi tudingan miring yang dialamatkan kepada wasit di turnamen ini.
Baca Juga: Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Ini Jadwal Pertandingannya
Melihat situasi yang makin memanas di ruang publik, Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, akhirnya angkat bicara guna memberikan pembelaan terhadap anak buahnya. Pria legendaris asal Italia yang dikenal dengan ketegasannya tersebut tidak ingin kredibilitas sistem perwasitan lembaganya diruntuhkan oleh opini pihak yang kalah.
Collina memberikan jawaban yang sangat hemat kata namun sarat akan makna ketegasan. Mantan wasit terbaik dunia tersebut langsung mementahkan seluruh argumen yang dilontarkan oleh kubu Prancis tanpa perlu melakukan debat panjang lebar.
"Wasit-wasit kami berkelas dunia," jawabnya.
Baca Juga: Kepincut Atmosfer Super League, Pemain Brasil Ini Merapat ke Arema FC
Pernyataan super singkat tersebut sekaligus menegaskan posisi kuat FIFA yang tetap berdiri di belakang setiap keputusan yang telah diambil oleh korps pengadil di lapangan. FIFA menilai seluruh proses seleksi dan penugasan wasit di Piala Dunia kali ini sudah melalui prosedur penilaian yang sangat ketat.
Bagi skuad Prancis, perang urat syaraf ini harus segera diakhiri demi menjaga fokus para pemain menghadapi laga penting yang masih tersisa. Deschamps dituntut untuk secepatnya memulihkan mentalitas bertanding pasukannya setelah terpukul akibat kegagalan menembus partai final.