SportlinkNews - Final Piala Dunia 2026 bukan hanya mempertemukan Spanyol dan Argentina dalam perebutan trofi juara dunia, tetapi juga menjadi panggung dominasi LALIGA.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol itu menjadi liga dengan jumlah perwakilan pemain terbanyak di partai puncak, menegaskan besarnya pengaruh mereka terhadap dua tim terbaik di turnamen kali ini.
Dari total 52 pemain yang masuk dalam skuad Spanyol dan Argentina, sebanyak 24 pemain merupakan anggota klub-klub LALIGA menjelang bergulirnya musim 2026/2027.
Baca Juga: Indonesia Siap Hadapi Vietnam Demi Bidik Tiket Final SEA V Cup 2026
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan liga domestik lainnya.
Premier League menempati urutan kedua dengan 13 pemain, disusul Ligue 1 yang menyumbang lima pemain. Sementara itu, Serie A, Bundesliga, Major League Soccer (MLS), dan Liga Profesional Argentina masing-masing memiliki dua wakil.
Primeira Liga Portugal serta Brasileirão Serie A masing-masing hanya mengirimkan satu pemain ke partai final.
Baca Juga: Indonesia ke Semifinal SEA V League 2026, Mampu Membaca Pola Lawan Jadi Kunci
Dominasi LALIGA sebenarnya sudah terlihat sejak memasuki babak semifinal.
Namun, setelah Spanyol dan Argentina memastikan tiket ke final, kompetisi sepak bola Spanyol semakin memperlebar jarak dengan liga-liga lain dalam hal representasi pemain.
Besarnya kontribusi LALIGA juga tampak dalam komposisi pemain inti kedua finalis. Pada laga semifinal, 16 dari 22 pemain yang menjadi starter untuk Spanyol dan Argentina berasal dari klub-klub LALIGA.
Baca Juga: Timnas Voli U-18 Libas Bahrain, Selangkah Lagi Rebut Posisi 9 Asia
Fakta tersebut menunjukkan bahwa peran kompetisi Spanyol tidak hanya sebatas menyumbang jumlah pemain, tetapi juga menjadi tulang punggung kekuatan kedua tim.
Pengaruh itu berlanjut dalam kontribusi di lapangan. Dari lima gol yang tercipta pada babak semifinal, dua di antaranya lahir melalui pemain yang berkarier di LALIGA, yakni Mikel Oyarzabal dan Anthony Gordon.
Sepanjang turnamen, pemain-pemain LALIGA juga konsisten tampil menonjol.
Baca Juga: Inter Milan Gigit Jari, Gianluca Mancini tetap Bertahan di Roma dengan Kontrak Baru
Hingga babak perempat final berakhir, seluruh penghargaan Player of the Match pada fase tersebut diraih oleh pemain yang berkompetisi di liga Spanyol, yaitu Kylian Mbappe, Lamine Yamal, Jude Bellingham, dan Julian Alvarez.
Catatan tersebut semakin menguatkan posisi LALIGA sebagai salah satu kompetisi paling kompetitif di dunia.
Dominasi satu liga pada final Piala Dunia juga bukan sesuatu yang sering terjadi.
Baca Juga: Resmi Jadi Pelatih Kepala Lille, Davide Ancelotti Ingin Lepas dari Bayang-bayang Sang Ayah
Terakhir kali kondisi serupa terjadi pada Piala Dunia 2006 ketika Serie A menjadi kompetisi dengan jumlah perwakilan pemain terbanyak pada final antara Italia dan Prancis.
Kini, dua dekade kemudian, giliran LALIGA yang menunjukkan pengaruh besarnya.
Hampir separuh pemain di final Piala Dunia 2026 berasal dari klub-klub LALIGA, menegaskan peran kompetisi Spanyol sebagai salah satu penghasil talenta terbaik dunia.