SportlinkNews - Argentina membungkam Inggris di laga semifinal Piala Dunia 2026. Mereka mampu bangkit di menit-menit terakhir babak kedua demi memenangkan laga dan meluncur ke final.
Kekalahan itu memicu banyak komentar. Salah satunya dari mantan bek Inggris, Gary Neville, yang mengatakan ia memiliki "masalah besar" dengan Thomas Tuchel yang mempertanyakan "DNA" timnya di turnamen besar.
Garry juga menegaskan bahwa sang manajer mengabaikan talenta generasi yang bisa membantunya di Piala Dunia.
Baca Juga: Viral Foto Lionel Messi dan Bayi Lamine Yamal Jadi Kisah Haru Jelang Duel Argentina vs Spanyol
Setelah Inggris kehilangan keunggulan 1-0 di menit-menit akhir semifinal melawan Argentina, Tuchel mengatakan timnya terlalu pasif dan mungkin itu sudah tertanam dalam DNA mereka.
"Kita perlu kembali menguasai bola, jika tidak, kita tidak bisa mematahkan tekanan dan kita tidak bisa mendapatkan kembali momentum," kata pemain Jerman itu.
"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran penting. Mungkin itu bukan bagian dari DNA kita seperti halnya DNA Spanyol, Argentina, atau Brasil untuk menguasai bola, mengontrol permainan, dan bola," kata Tuchel.
Neville, yang awalnya mendukung Tuchel setelah pertandingan percaya bahwa Tuchel akan menyesali pernyataan tersebut.
Neville juga mempertanyakan bukan hanya kurangnya pemain pengganti yang menyerang, tetapi juga pemain-pemain teknis yang ia tinggalkan di rumah.
"Saya sangat mempermasalahkan hal itu," kata Neville di podcast Stick to Football tentang pernyataan Tuchel mengenai DNA.
Baca Juga: Prediksi Prancis vs Inggris: Momen Tepat Harry Kane dkk Membalas Kekalahan 2022
"Ia tidak memasukkan Kobbie Mainoo, yang bisa mengontrol bola lebih baik daripada kebanyakan pemain. Ia tidak memasukkan Bukayo Saka, yang mungkin bisa mengontrol bola lebih baik daripada kebanyakan pemain."
"Tetapi ia juga meninggalkan Phil Foden, Cole Palmer, Adam Wharton, Morgan Gibbs-White, dan Trent Alexander-Arnold di rumah, pemain-pemain teknis."