SportlinkNews - Tim nasional Argentina meluncurkan strategi psikologis menjelang partai puncak Piala Dunia 2026. Kapten La Albiceleste, Lionel Messi, mengeklaim telah mengantongi seluruh seluk-beluk kekuatan Spanyol.
Laga final Piala Dunia 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat. Pertandingan ini akan dilangsungkan pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Sebelumnya, langkah Argentina dipastikan usai membungkam perlawanan ketat dari Inggris. Tim Tango menang tipis dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Atlanta Stadium.
Baca Juga: Persija Jalani Program Pemusatan Latihan di Thailand, Shin Tae-yong Bantah Absen di Piala Presiden
Bentrok sengit yang berlangsung Kamis (16/7) dini hari WIB itu sempat membuat fan Argentina ketar-ketir. Namun, kematangan mental juara membuat anak asuh Lionel Scaloni mampu membalikkan keadaan.
Di sisi lain, Spanyol melenggang ke final dengan catatan yang tidak kalah mentereng. Skuad La Furia Roja sukses mendepak Prancis dua gol tanpa balas.
Messi menjadi figur sentral di balik keberhasilan dramatis Argentina menembus partai final. Pemain berusia 39 tahun tersebut menyumbang dua asis dalam laga kontra Inggris.
Baca Juga: Dominik Szoboszlai Bertahan di Liverpool dengan Kontrak Jangka Panjang Baru
Pengalaman panjang Messi di kompetisi Eropa menjadi modal berharga bagi persiapan taktis timnya. Ia meyakini paham betul dengan ideologi sepak bola yang diusung oleh pelatih Luis de la Fuente.
"Itu adalah tim yang sangat saya kenal. Mereka memiliki filosofi sepak bola yang khas dan telah bermain dengan cara seperti itu selama bertahun-tahun," kata Messi, dikutip dari Reuters.
Kedekatan emosional bomber Inter Miami tersebut dengan sepak bola negeri matador memang bukan rahasia lagi. Maklum, separuh karier profesionalnya dihabiskan bersama raksasa Catalan, Barcelona.
Baca Juga: Cicipi Liga Primer, Tarik Muharemovic Pindah dari Sassuolo ke Leeds United
Komposisi skuad Spanyol saat ini juga dihuni oleh sejumlah pilar yang merumput di Camp Nou. Faktor kedekatan tersebut dinilai menguntungkan taktik Argentina.
"Saya mengenal para pemainnya. Saya pernah bermain melawan mereka, saya mengikuti perkembangan mereka, dan beberapa di antaranya bermain di Barcelona, klub yang saya cintai," ujarnya.