Lonjakan drastis penggunaan ketiga nama tersebut diakui oleh pemerintah daerah sebagai dampak langsung dari dinamika Piala Dunia 2026. Ketiga identitas itu merujuk pada sosok Enzo Fernandez, Emiliano Martinez, serta sang kapten Lionel Messi yang sukses mengantar La Albiceleste ke final secara beruntun.
Baca Juga: Gary Neville Jengkel dengan Komentar Thomas Tuchel Tentang DNA Inggris
Menanggapi hal tersebut, pembawa acara siniar Sin Manual para Padres, Fabiola Molina, menyatakan kebiasaan meniru nama tokoh ini bukan barang baru. Tradisi kultural masyarakat Amerika Latin ini diklaim sudah mengakar kuat sejak era keemasan Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
Molina mencontohkan fenomena serupa saat grup musik Backstreet Boys populer dan memicu maraknya nama Kevin atau Brian di Bolivia, Cile, serta Argentina. Kendati demikian, pengamat sosial ini mengingatkan para orang tua mengenai adanya dampak psikologis dari pemberian nama berdasarkan idola.
"Hanya karena nama seseorang Messi atau Lionel, bukan berarti ia akan tumbuh menjadi pesepak bola hebat. Nama tidak menentukan takdir seseorang," ujar Molina.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)