SportlinkNews - Kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB diwarnai kericuhan. Skuad La Furia Roja sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2026, namun selebrasi gelar kampiun tersebut ternoda oleh pertikaian antarpemain usai laga.
Ketegangan antarpemain meletus tak lama setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Leandro Paredes terlihat mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi hingga terjatuh di lapangan.
Aksi dorong-dorongan antara kedua tim yang tak terhindarkan tersebut segera memperpanjang deretan insiden selepas laga. Selain bentrok fisik, konfrontasi mulut juga terjadi di area tengah lapangan.
Baca Juga: Geger ... Ronaldo Jadi Sopir Madonna ke Stadion
Bek veteran Argentina Nicolas Otamendi tertangkap kamera sedang berdebat sengit dengan kapten Spanyol, Rodri. Otamendi meluapkan amarahnya terkait dinamika pembicaraan yang berkembang sepanjang pekan menjelang pertandingan final.
"Berhenti bicara, bodoh, kalian menangis sepanjang pekan ini. Kalian menangis seminggu ini, kau dan Laporte, kalian berdua. Itu tidak keren. Kau merengek soal wasit, bung," kecam Otamendi sebagaimana dilansir Marca.
"Laporte? Apakah kau tak melihat apa yang dia katakan minggu ini?" Otamendi menambahkan dengan gestur kesal.
Baca Juga: Messi Mendapat Skor Sangat Rendah, Dikalahkan Pemain Pengganti Super Spanyol
Rodri menunjukkan gestur tidak tahu saat merespons amukan Otamendi. Ia kemudian memilih melangkah pergi meninggalkan lawannya yang tak berhenti bicara itu.
Sikap emosional Otamendi tersebut berakar dari pernyataan yang dilontarkan Aymeric Laporte sebelum partai puncak. Bek Spanyol itu menuding Argentina kerap memperagakan permainan kasar selama gelaran Piala Dunia 2026.
Laporte menilai tindakan pelanggaran keras skuad Argentina sering kali lolos dari sanksi tegas wasit. Kritik tajam tersebut diutarakannya dalam wawancara khusus bersama Marca jelang bentrok kedua tim.
Baca Juga: Mbappe Raih Sepatu Emas Adidas
"Memang benar dalam pertandingan baru-baru ini kita telah melihat hal-hal yang benar-benar mengejutkan kita - tindakan yang dibiarkan begitu saja. Terutama dengan Argentina," ujar Laporte.
"Mereka adalah tim yang suka meninggalkan bekas pada lawan mereka. Hal semacam itu seharusnya tidak diperbolehkan dalam sepak bola - terutama dalam kompetisi besar - karena dapat membuat Anda gelisah dan marah," Laporte menambahkan.