SportlinkNews - Persaingan ketat untuk mengejar posisi final di akhir musim Liga 1 2024/2025 masih berlangsung panas di papan klasemen.
Jelang akhir musim ini, ada catatan unik yang layak untuk menjadi evaluasi para tim-tim peserta, yakni jumlah gol bunuh diri.
Data di pekan ke-32 atau dua pekan terakhir sebelum berakhirnya musim 2024/25, sembilan tim menjadi penyumbang gol bunuh diri terbanyak dengan dua gol.
Dari sembilan tim tersebut, dua diantaranya merupakan tim papan atas yakni Persija dan Persebaya.
Baca Juga: Premier League Siapkan Inovasi Siaran Baru Demi Tarik Penonton Muda
Mereka bergabung bersama Persik Kediri, Persita Tangerang, PSIS Semarang, Borneo FC Samarinda, Semen Padang FC, PS Barito Putera, dan Bali United FC.
Sebaliknya, lima tim lain mencatatkan gol bunuh diri terminim sepanjang musim, dengan satu gol. Mereka yakni Malut United FC, Arema FC, Dewa United FC, PSS Sleman, dan sang kampium musim ini Persib Bandung.
Sementara empat tim menorehkan catatan terbaik dengan nol gol bunuh diri, menjaga permainan mereka tetap bersih. Mereka adalah Madura United FC, Persis Solo, PSBS Biak, dan PSM Makassar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kesalahan individual bisa terjadi di klub mana saja, bahkan di tim-tim papan atas yang memiliki pertahanan solid.
Baca Juga: Hat-trick El Clasico dan Rekor Baru, Kylian Mbappe Bersinar di Tengah Kegagalan Real Madrid
Hal tersebut menjadi catatan penting bagi para pelatih dalam menjaga fokus dan komunikasi antar pemain, terutama di fase krusial akhir musim.
"Blunder seperti ini bukan hanya soal teknis, tapi juga konsentrasi dan mental dalam situasi tekanan tinggi," ujar pengamat sepak bola nasional, Rais Adnan.
"Di jelang akhir kompetisi, permainan memang mengalami peningkatan intensitas dan tekanan. Konsistensi dan ketenagan pemain di tiap tim yang akan menjadi pembeda di akhir pertandingan, karena bisa menentukan peta akhir di klasemen Liga 1 musim ini," tambahnya.
Artikel Terkait
Hasil Liga 1: Semen Padang Tahan Imbang Persebaya, Paul Munster Diusir Wasit
PSIS Semarang Terdegradasi dari Liga 1 2024-2025, Dua Tim Lain Menanti Nasib
Presiden PSBS Biak Ikut Kritik Wasit Liga 1 Usai Kalah dari Persis Solo
Stefano Cugurra Desak PSSI Tegas, Minta Wasit Liga 1 Diberi Sanksi Jika Bersalah
LIB Kecam Aksi Pelemparan Bus Persik, Buat Sepak Bola Indonesia Kembali Tercoreng