Gol Bunuh Diri Bayangi Akhir Musim Liga 1 2024/25: 9 Tim Catat Dua Blunder

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 12 Mei 2025 | 21:51 WIB
Tim Persija usai mengalahkan Bali United di laga pekan ke-32, di Jakarta International Stadium, Minggu, 11 Mei 2025.
Tim Persija usai mengalahkan Bali United di laga pekan ke-32, di Jakarta International Stadium, Minggu, 11 Mei 2025.

SportlinkNews - Persaingan ketat untuk mengejar posisi final di akhir musim Liga 1 2024/2025 masih berlangsung panas di papan klasemen. 

Jelang akhir musim ini, ada catatan unik yang layak untuk menjadi evaluasi para tim-tim peserta, yakni jumlah gol bunuh diri.

Data di pekan ke-32 atau dua pekan terakhir sebelum berakhirnya musim 2024/25, sembilan tim menjadi penyumbang gol bunuh diri terbanyak dengan dua gol. 

Dari sembilan tim tersebut, dua diantaranya merupakan tim papan atas yakni Persija dan Persebaya.

Baca Juga: Premier League Siapkan Inovasi Siaran Baru Demi Tarik Penonton Muda

Mereka bergabung bersama Persik Kediri, Persita Tangerang, PSIS Semarang, Borneo FC Samarinda, Semen Padang FC, PS Barito Putera, dan Bali United FC.

Sebaliknya, lima tim lain mencatatkan gol bunuh diri terminim sepanjang musim, dengan satu gol. Mereka yakni Malut United FC, Arema FC, Dewa United FC, PSS Sleman, dan sang kampium musim ini Persib Bandung.

Sementara empat tim menorehkan catatan terbaik dengan nol gol bunuh diri, menjaga permainan mereka tetap bersih. Mereka adalah Madura United FC, Persis Solo, PSBS Biak, dan PSM Makassar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesalahan individual bisa terjadi di klub mana saja, bahkan di tim-tim papan atas yang memiliki pertahanan solid. 

Baca Juga: Hat-trick El Clasico dan Rekor Baru, Kylian Mbappe Bersinar di Tengah Kegagalan Real Madrid

Hal tersebut menjadi catatan penting bagi para pelatih dalam menjaga fokus dan komunikasi antar pemain, terutama di fase krusial akhir musim.

"Blunder seperti ini bukan hanya soal teknis, tapi juga konsentrasi dan mental dalam situasi tekanan tinggi," ujar pengamat sepak bola nasional, Rais Adnan.

"Di jelang akhir kompetisi, permainan memang mengalami peningkatan intensitas dan tekanan. Konsistensi dan ketenagan pemain di tiap tim yang akan menjadi pembeda di akhir pertandingan, karena bisa menentukan peta akhir di klasemen Liga 1 musim ini," tambahnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: ligaindonesiabaru.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X