SportlinkNews - Seiring transformasi kompetisi Liga Indonesia menjadi BRI Super League untuk Liga 1 dan Pegadaian Championship untuk Liga 2, serta PT Liga Indonesia Baru yang kini menjadi I League, ada sejumlah regulasi baru yang dinilai lebih kompetitif dan ketat untuk musim kompetisi 2025/26 ini.
Regulasi ini dirancang untuk mengangkat kualitas kompetisi domestik dan mendorong klub-klub Indonesia bersaing lebih serius di level Asia, tanpa melupakan kewajiban mengembangkan pemain lokal dan muda.
Beberapa perubahan ada di regulasi pemain asing, pemain U23, serta suporter away.
Pembahasan regulasi ini, menurut Direktur Utama LIB, Ferry Paulus yang lumayan keras pembahasannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB, Senin malam, 7 Juli 2025, di Jakarta.
Baca Juga: Inter dan Roma Pelajari Harga yang Diminta Untuk Gelandang Palmeiras Rios
"Musim ini, tiap klub boleh mendaftarkan 11 pemain asing, namun hanya 8 pemain asing yang boleh bermain dalam satu pertandingan. Pemain asing yang dilepas atau diganti di tengah musim, harus digantikan oleh pemain lokal," kata Ferry.
"Perubahan ini melihat regulasi musim lalu, di mana enam asing bermain, yang di daftarkan 8 pemain asing. Di mana klub-klub menilai nanggung, apalagi kita punya keinginan untuk bisa kompetitif di asia," ucapnya.
Ferry menegaskan bahwa penambahan kuota asing ini tidak akan menggerus pemain lokal. Karena menurutnya keberadaan lokal tidak akan berubah.
Baca Juga: Terima Pekerjaan dalam Satu Jam, Allegri Tetapkan Target Milan 2025-26
"Karena kalau asing diganti harus lokal, jadi jumlah pemain lokal enggak terlalu terdegradasi. Mudah-mudahan regulasi ini tidak akan bergeser lagi," imbuhnya.
"Kuota asing bebas. Mau ASEAN atau non ASEAN, bebas tidak ada batasan untuk klub," tegasnya.
Untuk pemain U23, tidak berubah banyak dari musim lalu. Klub wajib mendaftarkan minimal lima pemain mudanya dan salah satu dari mereka harus bermain minimal 45 menit dalam tiap pertandingan.
Baca Juga: Hannover Messe Challenge Dimulai di Universitas Twente
"Ini bagian dari komitmen pembinaan. Skema ini juga terbukti membuat banyak pemain muda mendapatkan menit bermain yang cukup di musim sebelumnya," tambah Ferry.
Sementara untuk suporter away, pihaknya masih mengkaji. Saat ini, pihaknya masih berusaha melakukan koordinasi dengan pihak kepolisan, guna mendapatkan restu FIFA minimal untuk laga-laga yang tidak punya resistensi.
"Untuk klub-klub yang tidak punya resistensi kami masih berusaha untuk diizinkan suporter awal. Tapi pointnya untuk laga-laga memiliki resistensi tinggi, misalnya Arema vs Persebaya tetap tidak akan diizinkannya suporter away," ucapnya.
Baca Juga: Lazio Cuci Gudang, Bintang Muda Ini Hampir Pasti ke Cremonese
Sementara itu, jadwal resmi kompetisi musim baru akan diumumkan Rabu pekan ini, termasuk laga pembuka antara Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta.
Pemilihan laga pembuka tidak berdasarkan tradisi juara, tetapi pertimbangan komersial dan daya tarik suporter.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kedatangan Striker Asing Pengganti Nermin Haljeta untuk Liga 1 Musim 2025/26
Skuad Persija Belum Lengkap, Persiapan Liga 1 2025-2026 Tetap Berjalan
Erick Thohir: Piala Presiden Jadi Indikator Penilaian Kualitas Liga 1 dan Pemain Nasional
Stefano Lilipaly Resmi Gabung Dewa United, Target Juara Liga 1 dan AFC
PSM Makassar Bawa Satu Lagi Pemain Brasil ke Kompetisi Liga 1 2025/26