SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuat pengakuan mengejutkan terkait peran gandanya di tubuh federasi.
Ia mengungkap bahwa dirinya pernah merangkap jabatan sebagai Ketua Komite Wasit PSSI, sebuah keputusan yang diambil demi membersihkan praktik kotor di dunia perwasitan sepak bola Indonesia.
Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Erick dalam sebuah kesempatan di Super Soccer Arena, Kudus, pada Sabtu (12/7/2025).
Baca Juga: Rekor Baru, F1 The Movie Raup Pendapatan Global Rp4,75 Triliun dalam 10 Hari Pemutaran di Bioskop
Menurutnya, rangkap jabatan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari langkah awal untuk merombak sistem dan mengembalikan kepercayaan publik, terutama generasi muda, terhadap sepak bola nasional.
"Kenapa saya jadi Komite Wasit? Ya, siapa yang berani menyogok saya?" tegas Erick Thohir.
Ia menilai, perwasitan yang bermasalah bisa merusak mimpi anak-anak muda yang ingin berprestasi melalui sepak bola.
Baca Juga: Ancaman Badai Tornado Batalkan Sesi Latihan IndyCar di Iowa Speedway
Erick menilai, rusaknya sistem perwasitan di masa lalu menjadi salah satu penyebab kacaunya persepakbolaan Tanah Air.
Oleh sebab itu, saat dirinya dipercaya sebagai Ketua Umum PSSI, ia langsung mengambil langkah ekstrem dengan memegang kendali penuh di bidang tersebut.
Tujuannya adalah menata ulang dan membangun ulang sistem yang selama ini dinilai sarat dengan praktik korupsi.
Baca Juga: Kembali ke Lapangan, Dedi Kusnandar Nyaris Frustasi karena Cedera Parah yang Dialaminya
Namun demikian, langkah Erick untuk merangkap jabatan tersebut mendapat teguran dari FIFA.
Federasi sepak bola dunia itu menyampaikan bahwa seorang ketua federasi nasional tidak boleh merangkap sebagai Ketua Komite Wasit.
Artikel Terkait
Data dan Fakta Gelandang Baru Arsenal Christian Norgaard Diincar Sejak 2021
Jadwal Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 dan Susunan Pemain Chelsea FC vs PSG
Hadapi PSG di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 Chelsea Bakal Dapat Dukungan Kuat Warga New York, Ini Alasannya
Struktur KONI Lampung Sarat Kejanggalan, Amalsyah Tarmizi Sebut Bertentangan dengan AD/ART
Liverpool Pensiunkan Nomor Punggung 20 Digo Jota sebagai Bentuk Penghormatan