SportlinkNews - National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia resmi menjadi salah satu dari lima NDRC di dunia yang telah mengantongi sertifikat oleh FIFA sejak Januari 2025.
Lembaga penyelesaian sengketa sepak bola yang dibentuk sejak 2019 ini kini diakui sebagai pilar hukum penting dalam ekosistem sepak bola nasional.
NDRC sendiri adalah lembaga arbitrase independen untuk menyelesaikan sengketa antara pemain, pelatih, dan klub, serta antar klub.
Ketua NDRC Indonesia, Togi Pangaribuan, menjelaskan bahwa lembaga ini bersifat netral dan tidak berpihak.
Baca Juga: Empat Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tentang Granit Xhaka
"NDRC bukan hanya melindungi pemain, tetapi juga klub. Kami memberi kepastian hukum untuk seluruh pelaku industri sepak bola," ujar dalam jumpa pers di Fairmont, Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.
Sejak berdiri, NDRC telah menangani sekitar 200 putusan, mayoritas terkait tunggakan gaji. Selain itu, NDRC juga menangani kasus training compensation dan solidarity mechanism antar klub.
Dengan adanya sertifikasi oleh FIFA, artinya, kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, NDRC Indonesia mendapatkan pengakuan global.
Baca Juga: Ogah Ambil Risiko Besar Sunderland Pertahankan Regis Le Bris sebagai Pelatih Hingga 2028
"Kita sedang membangun ekosistem besar. Kami dengan Liga berjalan seriringan, tetapi memang fokus utama PSSI adalah Timnas, tapi bukan berarti kami tidak membangun supporting system buat sepak bola nasional," ucapnya.
Salah satunya dengan mendorong terbentuknya NDRC ini, agar terjadi keseimbangan ekosistem yang pihaknya bentuk.
"Jadi kami mendorong adanya tranparansi dengan check & balance, ketika ada issue soal pemain dan klub, pemain dengan pemain, dan antar klub lewat NDRC ini. Ini komitmen kami untuk membangun ekosistem yang adil dan seimbang," tegas Erick.
Baca Juga: Puma Orbita Ultimate PL Jadi Bola Resmi Liga Primer Inggris Musim 2025/26
"Saya harap ini benar-benar keputusan yang bersifat mengikat dan wajib diikuti. Kami siap mengawasinya," tambahnya lagi.
I.League sendiri melihat bahwa NDRC ini sebagai satu pilar penting untuk menciptakan iklim yang profesional, adil dan bertanggung jawab. Hal itu diungkapkan Direktur I.League, Ferry Paulus.
Di mana NDRC ini merupakan satu badan yang sangat strategis, yang mana hak-hak dan kewajiban dari para pelaku sepak bola, pemain, pelatih dsb. juga akan transparan dan bertanggung jawab tentunya.
Baca Juga: 50 Klub Sepak Bola Bergabung dengan LaLiga Genuine Moeve Garap Proyek Istimewa
Sehingga ke depan sepak bola Indonesia bisa jadi profesional dan accountable dengan adanya NDRC ini.
"Buat liga, tentu berterima kasih karena ini satu langkah yang positif dan bagus untuk membawa sepak bola jauh lebih baik dari titik awal hari ini," tukas Ferry.
Dengan diakuinya, Wakil Presiden Asosisasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Achmad Jufriyanto menilai bahwa NDRC Indonesia menjadi perpanjangan tangan dari FIFA, sehingga para pemain kini bisa memiliki kepastian hukum.
Baca Juga: Mengerikan! Diskriminasi dalam Olahraga Meningkat Pesat Selama Musim 2024/25
"Dengan adanya NDRC, segalanya lebih mudah, karena tinggal melakukan korespondensi dengan pemain dan klub untuk kemudian dilakukan mufakat bila terjadi sengketa. Bila tidak mufakat baru lanjut ke NDRC," tukasnya.
"Ini jauh lebih sederhana, dibandingkan dulu penyelesaian sengketa itu lebih sporadis, ada yang ke pengadilan negeri, ada yang ke pengadilan hubungan industrial dan lain-lain," ucap pemain Persib Bandung tersebut.
Saat ini memang belum banyak yang memahami peran NDRC. Sehingga menurut Togi, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada klub, pemain, dan pelatih tentang apa itu NDRC, sistem apa yang berlaku.
Baca Juga: Barcelona Targetkan Daftarkan Enam Pemain Tim Utama Sebelum Akhir Musim Panas
"Jadi NDRC ini adalah bentuk nyata pembangunan sepak bola Indonesia. Kami bersyukur sekali didukung penuh APPI, PSSI, dan PT Liga," tambah Togi kemudian.
Artikel Terkait
Ferry Paulus: Jadwal Baru Super League 2025/26 Lebih Kompetitif, Laga Persija vs Persib Tak Digelar di JIS
VAR Lebih Optimal, Super League 2025/26 Siap Tarik Lebih Banyak Penonton
Jelang BRI Super League 2025/26: I.League dan Kemenpora Kick Off Edukasi Suporter Sepak Bola Indonesia
Pelatih Persija Mauricio Souza Tidak Mau Repot Soal Regulasi Pemain Asing Super League 2025/26, Optimis Kompetisi Lancar
Ini Cerita Dejan Racic Ungkap Hasratnya Bermain di Indonesia Super League Setelah Dipinang Bhayangkara FC