SportlinkNews - Insiden yang menimpa pemain Persikad Depok, Bil'asqan Tenang saat menghadapi PSPS Pekanbaru pada laga Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor mendapat sorotan dari Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Sebagaimana diketahui, Bil'asqan mengalami kejang-kejang usai melakukan duel udara dengan pemain PSPS Jefferson Sousa jelang akhir laga, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Mulanya wasit menilai itu sentuhan yang lazim terjadi saat melakukan duel udara. Namun begitu terjatuh Bil'asqan mengalami kejang-kejang yang membuat pemain Persikad lainnya berteriak ke wasit.
Baca Juga: Bupati Kudus Deklarasi Sukseskan PON Bela Diri Tahun 2025
Tenaga medis langsung masuk lapangan untuk memberikan pertolongan. Bil'asqan tidak sadarkan diri dan langsung di bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan insiden yang menimpa pemain Persikad Depok, Bil'asqan Tenang
"PSSI sangat menyayangkan insiden yang terjadi di pertandingan tersebut dan kita juga berharap, PSSI berharap hal-hal seperti ini tidak terulang kembali."
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Makin Solid Hadapi Arab Saudi dan Irak
"Kepada kawan-kawan, rekan-rekan pemain bola, jangan pernah berpikir ataupun bertindak untuk mencederai lawan. Itu sangat tidak baik," kata Yunus Nusi.
"Kita berterima kasih, apresiatif terhadap tim kesehatan (medis) yang begitu cepat melakukan tindakan medisnya dan segera menyelesaikan tugasnya," tambah Yunus Nusi.
Dokter tim Persikad, Ririn Budiarti mengatakan bahwa kondisi Bil'asqan stabil dan sudah siuman, namun sang pemain memerlukan perawatan intensif dengan diagnosa gegar otak.
Baca Juga: MotoGP Mandalika Catat Lonjakan Penonton 15,7 Persen, Bukti Antusiasme Dunia pada Indonesia
Yunus Nusi juga memastikan bahwa Komite Disiplin akan bersikap tegas. Pemain PSPS, Jefferson Sousa pun diberi kartu merah, setelah wasit melakukan tinjauan melalui VAR.
Abdullah Alatas selaku pemilik Persikad Depok dalam unggahan video di akun resmi Persikad menyebutkan insiden Bil'asqan sebagai situasi darurat yang harus ditangani dengan tanggung jawab penuh.
Artikel Terkait
Pegadaian Liga 2 2024/2025 Resmi Diluncurkan, Erick Thohir: Siapa Main Sabun di Liga 2, Kita akan Sikat!
Insiden Gila dalam Satu Pertandingan, 3 Kartu Merah hingga Cedera Kepala Parah
BRI Super League dan Pegadaian Championship, Wajah Baru Liga Indonesia
Liga 2 Resmi Rebranding Jadi Pegadaian Championship, VAR Mulai Diterapkan Penuh