SportlinkNews - Perbaikan signifikan dalam aspek keamanan dan ketertiban pada sejumlah laga besar I.League 2025/2026 membuka peluang positif untuk mencabut larangan suporter tandang pada putaran kedua musim ini.
Berdasarkan catatan I.League, sejumlah pertandingan besar dengan tingkat kerawanan tinggi menunjukkan peningkatan dalam hal komunikasi dan kedisiplinan di kalangan suporter.
"Telah terjadi perbaikan signifikan dalam aspek keamanan dan ketertiban, termasuk komunikasi antara suporter, panitia, dan kepolisian. Karena itu, peluang pencabutan larangan suporter tandang terbuka pada putaran kedua," ujar Chief Marketing I.League, Budiman Dalimunthe, kepada media usai pembukaan Media Cup 2025 di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Bangga Menyalip Ducati, Pembalap Honda Joan Mir Tunjukkan Perkembangan Signifikan Honda di Sepang
"Sejak awal kami mengusulkan pencabutan larangan suporter tandang, yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kesiapan di lapangan," katanya kemudian.
Meski demikian, Budiman menegaskan bahwa larangan suporter tandang masih berlaku sesuai regulasi kompetisi pada Pasal 5 Ayat 7. Aturan tersebut melarang kehadiran suporter tandang, terutama yang menggunakan atribut klub.
"Regulasinya masih sama. Berdasarkan Pasal 5 Ayat 7, suporter tandang yang datang dengan atribut tetap dilarang. Tapi, teman-teman suporter sekarang sudah jauh lebih memahami risiko denda jika melanggar," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U17 2025: Dua Laga Uji Coba, Nova Arianto Cukup Puas dengan Perkembangan Timnas U-17
Menurut Budiman, kini, sebagian kelompok suporter bahkan sudah mengikuti mekanisme resmi dengan meminta izin terlebih dahulu sebelum hadir di stadion lawan.
"Beberapa kelompok sudah tahu prosedur izin dan kalau kapasitas tidak memungkinkan, mereka menahan diri untuk tidak datang," tukasnya.
Contohnya, saat laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Surabaya pada Oktober lalu, semua bisa berjalan tertib, walaupun aturan masih melarang suporter tandang beratribut.
Baca Juga: Manisa BBSK Akhiri Kontrak Megawati Hangestri Lebih Awal, Fokus ke Timnas Indonesia
Hal tersebut, dinilai Budiman sebagai bukti bahwa kini situasinya sudah lebih baik.
Bila hingga pertengahan musim ini, semua berjalan baik, pihaknya mengaku akan menyampaikan laporan tersebut kepada PSSI dan pihak kepolisian sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ke depan.
"Hal-hal positif ini akan kami catat sebagai perkembangan konstruktif. Kalau suporter terus tertib dan sportif, saya yakin federasi akan mempertimbangkan pencabutan larangan suporter tandang," ucapnya optimistis.
Baca Juga: PSM Makassar Kenalkan Pelatih Barunya Asal Ceko Tomas Trucha, Pernah Melatih di Malaysia dan Kenya
Budiman pun berharap agar tren positif ini terus berlanjut hingga akhir musim. Menurutnya, atmosfer stadion yang aman dan nyaman menjadi modal penting untuk mengembangkan industri sepak bola Indonesia.
"Kalau suasana stadion terus aman dan nyaman seperti bulan Oktober ini, penonton akan lebih senang datang ke stadion, dan industri sepak bola kita pasti ikut maju," pungkasnya.
Artikel Terkait
PT LIB Buka Peluang Suporter Tandang, Ini Pertandingan yang Dikecualikan
FIFA Tunda Izin Suporter Tandang di Super League 2025/26, Ulah Suporter Jadi Sorotan
Kontroversi Larangan Suporter Tandang, I.League Dinilai Belum Transparan
Jaga Persatuan Sepak Bola: Kemenpora dan I.League Ajak Suporter Diskusi Soal Aturan Tandang
I.League Klarifikasi Aturan Rekam Pertandingan: Suporter Tetap Boleh Bikin Konten Non-Komersial