Ulah Kasar dan Suporter Lempar Botol, Komdis PSSI Hujani Sanksi di Pegadaian Championship

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:40 WIB
Logo Pegadaian Championship. (ISTIMEWA)
Logo Pegadaian Championship. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Selasa, 28 Oktober kemarin, resmi mengumumkan hasil sidang yang digelar pada 21 Oktober 2025.

Sidang tersebut memutuskan sejumlah sanksi bagi pemain dan klub peserta Pegadaian Championship 2025/2026 yang terlibat dalam berbagai pelanggaran disiplin selama pertandingan pada 17–19 Oktober 2025.

Dari hasil sidang, tercatat beberapa pemain menerima hukuman tambahan larangan bermain serta denda akibat tindakan kasar terhadap lawan. Sementara itu, sejumlah klub juga dijatuhi denda karena ulah penonton atau pelanggaran disiplin tim.

Salah satunya, pemain Sriwijaya FC Eros Dermawan mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta setelah melakukan tindakan kasar terhadap pemain lawan dalam laga kontra Persekat pada 17 Oktober 2025.

Baca Juga: Kemenpora Siapkan Sport Summit Indonesia, Sinergi Pusat-Daerah Didorong Majukan Industri Olahraga

Tak hanya pemain, klub Sriwijaya FC turut didenda Rp25 juta akibat pelemparan botol air oleh penonton pada menit akhir pertandingan.

Kasus serupa juga terjadi di laga Persiku Kudus vs Persipal FC. Pemain Bhima Wibnu Fiki Ramadhan dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta karena melakukan pelanggaran serius yang berujung kartu merah.

Klub Persiku Kudus juga dikenai denda Rp15 juta setelah penontonnya melempar botol air dari tribun timur.

Sanksi serupa menimpa Kushedya Hari Yudo dari Kendal Tornado FC yang juga mendapat larangan bermain dua laga dan denda Rp5 juta.

Baca Juga: Jalur Komunikasi Terbuka Lagi, Indonesia Dapat Sinyal Positif dari IOC

Sementara Esteban Vizcarra dari Persela Lamongan dihukum lebih berat, yakni larangan bermain tiga pertandingan dan denda Rp5 juta akibat memukul pemain lawan saat menghadapi PS Barito Putera.

Masih dari laga yang sama, Persela Lamongan dijatuhi denda Rp25 juta karena lima pemainnya mendapat kartu kuning.

Rekan setim Vizcarra, Rafiud Djarat, juga dihukum larangan bermain empat pertandingan dan denda Rp25 juta karena melakukan pelanggaran kasar yang luput dari perhatian wasit.

Sementara itu, Muhammad Rio Saputro dari PSPS Pekanbaru mendapat sanksi larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta karena menyikut pemain lawan saat menghadapi Sumsel United.

Baca Juga: LALIGA Pimpin Eropa dalam Pembinaan Pemain Muda, Nilai Pasar Akademi Tembus €1,46 Miliar

Di pertandingan lain, PSMS Medan dan Persela Lamongan sama-sama menerima denda Rp25 juta akibat akumulasi lima kartu kuning dalam satu pertandingan.

Pelanggaran paling berat dijatuhkan kepada Persipura Jayapura, yang didenda Rp100 juta karena rombongan tamu VIP tanpa ID Card berada di area OA delapan menit setelah pertandingan berakhir saat melawan Persiba Balikpapan.

Terakhir, pemain Persiraja Banda Aceh, Wahyu Rahmat Illahi, dijatuhi sanksi larangan bermain tiga pertandingan dan denda Rp5 juta setelah memukul pemain lawan dalam laga melawan Persikad pada 19 Oktober 2025.

Baca Juga: PBSI Gas Pol Transformasi! Fadil Imran: Sistem Juara Harus Berbasis Data

Dengan keputusan ini, Komite Disiplin PSSI menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan dan menjaga fair play di setiap pertandingan.

PSSI berharap, hukuman tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pemain, ofisial, maupun suporter agar lebih menjunjung tinggi sportivitas dalam kompetisi.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PSSI, ileague

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X