Dibungkam Persis Merupakan Pertandingan Terburuk Persik

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 2 Maret 2026 | 18:08 WIB
Pertandingan Persis kontra Persik dalam lanjutan Super League 2025/26. (I.League)
Pertandingan Persis kontra Persik dalam lanjutan Super League 2025/26. (I.League)

SportlinkNews - Kekecewaan menghampiri pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, usai anak asuhnya takluk saat melawat ke markas Persis Solo pada pekan ke-23 Super League 2025/26. Macan Putih takluk dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Minggu (1/3) malam WIB.

Meski tampil baik, Reina menilai timnya gagal memanfaatkan peluang yang ada untuk membawa pulang kemenangan. Persoalan tersebut yang mesti diperbaikinya agar Persik dapat memetik poin penuh di laga berikutnya.

Babak pertama kedua tim bermain imbang. Persis membuka skor lewat gol Bruno Gomes pada menit ke-23, sebelum Jose Enrique menyamakan kedudukan untuk Persik Kediri pada menit ke-31.

Baca Juga: Hasil Super League: Persis Buka Puasa Kemenangan Lewat 10 Pemain

Kemenangan sebenarnya masih bisa diraih Persik. Pada menit ke-84, mereka mendapatkan penalti setelah Althaf Indie menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang, yang juga membuatnya diganjar kartu merah.

Namun sepakan Ezra Walian dari titik putih berhasil diblok kiper Persis, M. Riyandi, sehingga peluang Persik sirna. Dua menit kemudian, tuan rumah memanfaatkan serangan balik cepat dengan Roman Paparyha mencetak gol penentu kemenangan.

“Saya rasa kami tidak memiliki keberanian dan energi yang kami butuhkan untuk pertandingan ini. Saya pikir Persis Solo punya energi lebih besar dari kami dan ingin menang. Kami sebenarnya bisa memenangkan pertandingan, tapi saya tidak senang dengan hasil ini,” kata Reina.

Baca Juga: Jay Idzes Tampil Solid Saat 10 Pemain Sassulo Taklukkan Atalanta, Begini Komentar Pelatih Grosso

Reina bahkan menyebut laga ini sebagai yang terburuk sejak menangani Persik. Penampilan pasukannya jauh dari standar serta kerap kali melakukan kesalahan tidak perlu.

“Saya pikir ini pertandingan terburuk yang kami mainkan sejak saya tiba di Persik Kediri. Jadi kami harus menjadi lebih baik dan kami perlu memenangkan lebih banyak pertandingan lagi agar posisi tim ini bagus di klasemen,” ucapnya.

Meski kalah, Reina menegaskan filosofi permainan Persik tetap sama. Ia mau timnya bermain indah dengan gaya menyerang.

Baca Juga: Arsenal 2 Chelsea 1: Kembali Jaga Jarak 5 Poin dengan Manchester City

“Ternyata memainkan sepak bola yang indah saja tidak cukup. Anda perlu memiliki lebih banyak energi untuk menang. Hari ini saya benar-benar tidak suka permainan Persik Kediri. Selanjutnya tim ini harus main lebih indah, lebih bertenaga dan terutama spirit untuk menang,” ungkapnya.

Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Persik bahwa konsistensi fisik, fokus, dan mental sama pentingnya dengan kualitas teknis dalam meraih kemenangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X