Efek Domino Kartu Merah Jordi Amat dalam Kekalahan Persija

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 6 April 2026 | 17:03 WIB
Pelatih Persija Mauricio Souza di laga melawan Dewa United FC (Persija)
Pelatih Persija Mauricio Souza di laga melawan Dewa United FC (Persija)

SportlinkNews - Kekalahan tipis 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada Minggu (5/4) sore WIB, menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Persija Jakarta. Hasil minor pada pekan ke-26 Super League 2025/26 ini membuat ambisi Macan Kemayoran untuk merangsek ke puncak klasemen tertahan.

Fokus utama usai pertandingan tertuju pada keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada bek andalan, Jordi Amat, pada menit ke-49. Pengusiran pemain Timnas Indonesia tersebut dianggap sebagai titik balik yang meruntuhkan skema permainan Persija di Lampung.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, sangat menyayangkan insiden yang memaksa anak asuhnya bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua. Strategi yang telah disusun matang harus berantakan akibat ketimpangan jumlah pemain di atas lapangan hijau.

Baca Juga: Dominan tapi Belum Tajam, Evaluasi Souto Usai Indonesia Hajar Brunei 7-0

"Kartu merah Jordi itu tidak wajar. Jadi di 10 menit awal babak pertama kami harusnya bisa cetak gol lagi setelah mencetak gol pertama," kata Mauricio.

Sebelum insiden tersebut terjadi, Persija sebenarnya tampil dominan dan sempat memimpin papan skor sebanyak dua kali. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah tim tuan rumah berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan yang ditinggalkan Amat.

Kondisi bermain dengan jumlah personil yang tidak lengkap memaksa Macan Kemayoran untuk tampil lebih pragmatis dan defensif di sisa waktu. Perubahan gaya main ini diakui menjadi penyebab sulitnya Persija untuk kembali memegang kendali serangan secara penuh.

Baca Juga: Liverpool Tawarkan Gaji Selangit untuk Bintang Real Madrid Ini

"Kekurangan satu pemain membuat pertandingan jadi berbeda, kami jadi fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik," ujar sosok asal Brasil tersebut.

Dampak dari kekalahan ini terasa kian menyakitkan bagi Persija karena para pesaing gelar juara justru berhasil mengamankan poin penuh. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda tampil perkasa pada pekan yang sama dengan menumbangkan lawan-lawan mereka masing-masing.

Persib sukses mencuri poin sempurna setelah membungkam tuan rumah Semen Padang lewat kemenangan dua gol tanpa balas yang meyakinkan. Di tempat lain, Borneo FC juga menunjukkan konsistensinya dengan melibas perlawanan Madura United lewat skor akhir 3-1.

Baca Juga: Di Balik Peresmian Stadion Baru David Beckham senilai Rp 14 Triliun, Messi Cetak Sejarah, Ronaldo Jadi Penonton

Situasi klasemen saat ini menempatkan Persija dengan selisih sembilan angka dari Persib yang berada di pucuk mengemas 61 angka. Selain itu, klub asal ibu kota tersebut juga tertinggal lima poin dari Borneo FC yang terus membayangi posisi teratas klasemen sementara musim ini.

Meski jarak poin kian melebar, secara matematis peluang Persija untuk memperebutkan takhta juara masih terbuka dalam delapan laga tersisa. Konsistensi di sisa jadwal akan menjadi kunci utama apakah Persija mampu kembali ke jalur kemenangan atau tidak.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X