Piala Presiden Supermatch Jadi Solusi Jeda Panjang Super League Musim Depan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 19 April 2026 | 18:31 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menjelaskan mengenai agenda pertandingan internasional Timnas Indonesia, di GBK Arena, Kamis, 16 April 2026. (PSSI Pers)
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menjelaskan mengenai agenda pertandingan internasional Timnas Indonesia, di GBK Arena, Kamis, 16 April 2026. (PSSI Pers)

SportlinkNews - Rencana penyelenggaraan Super League musim 2026/27 bakal mengalami pergeseran jadwal demi mendukung agenda internasional. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan sinyal kompetisi sepak bola kasta teratas tersebut akan dimulai pada September mendatang.

Langkah ini diambil sebagai bentuk sinkronisasi dengan jadwal padat yang dihadapi Timnas Indonesia di level regional. Hal ini dikarenakan skuad Garuda akan tampil di Piala AFF 2026 yang bergulir pada 24 Juli-26 Agustus mendatang.

Keputusan tersebut akan mencatatkan sejarah baru dalam linimasa kompetisi sepak bola profesional di tanah air. Artinya, untuk pertama kali Super League atau kompetisi kasta tertinggi di Indonesia akan dimulai pada September setelah pergantian format menjadi lintas tahun.

Baca Juga: Kadek Agung Antusias Laga Bali United vs Malut United Bisa Ditonton Langsung di Stadion

Jika menilik ke belakang, jadwal sepak mula liga selalu menyesuaikan dengan kalender tahunan yang dinamis. Format lintas tahun Super League dimulai pada musim 2021/22 yang kick-off pada 27 Agustus 2021. Musim berikutnya dimulai pada 23 Juli 2022, 1 Juli 2023, 9 Agustus 2024, dan 8 Agustus 2025.

Erick menegaskan prioritas utama PSSI saat ini adalah memberikan ruang bernapas bagi persiapan Timnas Indonesia. "Kebetulan juga Liga Indonesia [Super League] baru main nanti September demi kepentingan tim nasional," kata Erick.

Kendati kompetisi mengalami penundaan, PSSI tidak ingin membiarkan klub tanpa aktivitas kompetitif. Mengisi kekosongan jadwal musim depan federasi rencananya menggulirkan turnamen pramusim Piala Presiden dengan konsep berbeda.

Baca Juga: Malut United FC Waspadai Winger Bali United Asal Jepang Teppei Yachida yang Impresif

Inovasi baru kabarnya tengah disiapkan agar turnamen pemanasan tersebut memiliki daya tarik yang lebih global. Bertajuk Piala Presiden Supermatch, turnamen ini kabarnya akan melibatkan klub-klub luar negeri, selain tim peserta Super League.

Skema mengundang tim mancanegara sebenarnya bukan hal baru namun akan ditingkatkan intensitasnya pada edisi kali ini. Tahun lalu, Piala Presiden mengundang dua tim dari Inggris dan Thailand, yakni Oxford United serta Port FC.

"Jadi jeda klub-klub Indonesia ini hampir empat bulan. Kenapa kami tidak membantu klub-klub ini mempersiapkan diri untuk musim kompetisi berikutnya," ujarnya.

Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Duel Bali United Vs Malut United di Super League

Melalui turnamen pramusim tersebut, diharapkan performa para pemain tetap terjaga meski kompetisi resmi belum bergulir. Partisipasi tim luar negeri juga diproyeksikan mampu meningkatkan level kompetisi bagi klub-klub lokal di masa jeda.

Dukungan penuh dari pemerintah dan sponsor diharapkan mengalir untuk menyukseskan gelaran Piala Presiden Supermatch tersebut. Sinergi antara kebutuhan tim nasional dan keberlangsungan klub profesional menjadi fokus utama kebijakan PSSI kali ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X