SportlinkNews - Isu sanksi larangan memimpin pertandingan terhadap Shin Tae-yong akhirnya mendapat tanggapan tegas dari manajemen Persija Jakarta. Mereka membantah kabar yang menyebut mantan juru taktik Timnas Indonesia itu dijatuhi hukuman selama 10 tahun.
Melalui klarifikasi resminya, Persija meluruskan bahwa sanksi dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) hanya berdurasi satu tahun. Kepastian ini didapatkan setelah manajemen melakukan tindakan proaktif untuk mencari kebenaran informasi.
Langkah konfirmasi dilakukan guna membendung kesimpangsiuran berita yang terlanjur meluas di masyarakat. Persija menilai penting untuk menyampaikan data valid langsung dari sumber utamanya.
Baca Juga: Ipswich Town Rekrut Daizen Maeda untuk Arungi Liga Primer 2026/27
"Persija telah mengambil langkah dengan melakukan verifikasi langsung kepada pihak KFA. Persija memastikan setiap informasi yang beredar diklarifikasi secara akurat demi menjaga profesionalisme klub dan kondusifitas seluruh elemen tim," tulis pernyataan resmi Persija.
Dari hasil komunikasi intensif dengan KFA, Persija menguraikan dua poin krusial terkait status Tae-yong. Poin pertama menegaskan bahwa durasi masa hukuman disiplin tersebut secara sah hanya berlaku selama 12 bulan.
Sementara itu, poin kedua menekankan batasan wewenang atas sanksi yang dikeluarkan oleh otoritas tertinggi sepak bola Korea Selatan tersebut. Hukuman itu murni keputusan internal yang penerapannya terikat oleh wilayah hukum negara setempat.
Baca Juga: Atletico Madrid Rekrut Gelandang PSG, Lee Kang-in Tandatangani Kontrak Lima Tahun
Secara yuridis, keputusan disiplin KFA tidak mengikat maupun memiliki kekuatan hukum di luar wilayah Korea Selatan. Hukuman tersebut secara otomatis gugur saat Tae-yong menjalankan peran profesional di negara lain.
"Sehingga tidak berpengaruh terhadap aktivitas Shin Tae-yong di luar Korea Selatan, termasuk di Persija."
Meskipun demikian, Persija tetap menyampaikan rasa hormat terhadap segala keputusan yang ditetapkan oleh KFA. Sikap menghargai ini ditunjukkan sebagai wujud etika antarlembaga dalam sepak bola internasional.
Baca Juga: Daizen Maeda Jadi Pilihan Ipswich Town untuk Jalani Kerasnya Persaingan Liga Primer 2026/27
Manajemen menegaskan bahwa sanksi domestik Korea Selatan itu sama sekali tidak membatalkan ikatan kerja sama kedua pihak. Tae-yong dipastikan tetap memegang kendali penuh sebagai pelatih Persija.
Kepastian status hukum juru ini sekaligus menjaga ketenangan internal tim menjelang bergulirnya kompetisi. Seluruh agenda latihan dan program pembentukan skuad dipastikan dapat terus berjalan lancar.
Artikel Terkait
Persija Dominasi Skuad Timnas Indonesia U-20 untuk TC Kualifikasi Piala Asia 2027
Simbol Kesetiaan Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa Tambah Masa Bakti
Persija Boyong Nadeo Argawinata dari Borneo FC Hingga Musim 2031
Demi Kembangkan Potensi Persija Pinjamkan Cyrus Margono
Piala Presiden 2026: Persija Terus Geber Persiapan, Shin Tae-yong Waspadai Risiko Cedera Pemain