LIB Rombak Struktur Manajemen, Yunus Nusi Jadi Komisaris Utama

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:46 WIB
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus beserta jajaran direksi menjelaskan terkait Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa 2026 LIB di Jakarta, Rabu, 26 Agustus.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus beserta jajaran direksi menjelaskan terkait Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa 2026 LIB di Jakarta, Rabu, 26 Agustus.

SportlinkNews - PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan reorganisasi struktur manajemen untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Perubahan tersebut terjadi di jajaran komisaris dan direksi setelah RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa digelar di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

RUPS yang berlangsung selama dua hari itu membahas laporan kegiatan, bisnis, dan keuangan musim 2025/2026. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui proyeksi bisnis, kompetisi, dan keuangan LIB untuk musim 2026/2027.

Baca Juga: Luciano Spalletti Minta Kolo Muani Sadar Diri

Direktur Utama LIB Ferry Paulus mengatakan seluruh laporan dan proyeksi yang disampaikan telah mendapat persetujuan pemegang saham. Sebanyak 19 dari 20 pemegang saham hadir dalam rapat tersebut.

"Program musim lalu sudah disetujui, proyeksi juga di-ACC. Setiap ada kebijakan baru, secara kuartalan kita melakukan owner meeting," kata Ferry.

Perubahan paling mencolok terjadi di posisi Komisaris Utama. Zainuddin Amali mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan PSSI kemudian menunjuk Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi sebagai penggantinya.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Sepakati Peminjaman Omar Marmoush dari Manchester City

Sementara itu, Glenn Sugita yang merupakan perwakilan juara musim sebelumnya tetap berada di jajaran komisaris. Muhammad Lutfi juga masih dipercaya sebagai Komisaris Independen.

Adapun jajaran komisaris ex officio tetap melibatkan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum I dan II, dan/atau Sekretaris Jenderal PSSI.

Restrukturisasi juga menyentuh jajaran direksi. Struktur manajemen kini dibagi berdasarkan bidang kerja untuk memperkuat fungsi operasional LIB.

Baca Juga: Dihantam Kritik Usai Kalah, De Zerbi Tak Pedulikan Rekor Belanja Tottenham Hotspur

Aksa Sadikit tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Bisnis. Sementara Teddy Tjahjono dipercaya sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan, sedangkan Asep Saputra mengisi posisi Direktur Kompetisi. Ferry Paulus tetap menjadi Direktur Utama.

Ferry mengatakan perubahan struktur tersebut dilakukan untuk memperkuat internal perusahaan sekaligus meningkatkan fungsi pengawasan.

"Dalam persetujuan reorganisasi, Direktur Utama tetap saya, Ferry Paulus, dengan dibantu Asep," ujarnya.

Baca Juga: Jalani Uji Coba Keempat, Java United FC Dijegal Persipura Jayapura

Selain reorganisasi, RUPS juga menyetujui peningkatan modal untuk kompetisi Championship. Modal yang sebelumnya Rp3 miliar dinaikkan menjadi Rp7,5 miliar.

Ferry menjelaskan, penambahan modal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keberlangsungan kompetisi, terutama ketika klub menghadapi persoalan finansial.

"Artinya klub punya deposit sebagai bagian dari sustainability kompetisi itu sendiri. Kalau ada kendala masalah keuangan, modal ini bisa menjadi penyelesaian di klub itu sendiri," tegasnya.

Baca Juga: Stadion Sultan Agung Jalani Audit Infrastruktur Demi Kenyamanan Penonton Selama Super League

Sementara untuk Super League, Ferry menyebut subsidi yang diberikan secara konsep masih sama seperti musim sebelumnya. Namun, nilai dukungan yang diberikan mengalami peningkatan.

"Kalau sebelumnya sebesar Rp19 miliar, musim ini kami memberikan subsidi sebesar Rp27 miliar," katanya.

Di sisi lain, LIB juga akan memperketat standar peserta Championship melalui penerapan regulasi lisensi dan sanksi. Klub dituntut melakukan pembenahan agar dapat memenuhi persyaratan kompetisi.

Baca Juga: Pilihan Ketiga KNVB, Xavi Tegaskan Rasa Bangga Ditunjuk Jadi Pelatih Belanda

Ferry menilai penerapan sanksi pada musim sebelumnya sudah cukup ketat, tetapi musim 2026/2027 akan diberlakukan dengan lebih tegas.

"Musim lalu kami sudah menerapkan pengurangan poin secara ketat, tetapi tidak kejam. Musim depan ketat dan saklek. Pengurangan poin dan sanksi-sanksi," imbuhnya.

PT LIB sendiri merupakan holding dari PT Liga Utama Indonesia (LUI) yang mengelola kompetisi kasta kedua, Championship. Reorganisasi struktur manajemen diharapkan mampu memperkuat tata kelola LIB sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi pada musim 2026/2027.***

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X