SportlinkNews - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi keberhasilan Persib Bandung mengunci gelar juara Liga 1 musim 2024/2025.
Menurut Erick, gelar 'back to back' yang diraih Persib tidak hanya menunjukkan konsistensi tim asal Bandung tersebut, tetapi juga menjadi refleksi dari peningkatan kualitas penyelenggaraan kompetisi musim ini.
Persib memastikan diri sebagai juara setelah hasil imbang Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri pada pekan ke-31, Senin, 5 Mei lalu.
Keberhasilan musim ini pun, ungkap Erick juga patut diapresiasi. Apalagi Liga 1 juga tengah memasuki masa transisi penting dengan diterapkannya teknologi VAR untuk pertama kali.
Baca Juga: Back to Back Juara Liga 1, Pemain Persib Bandung Dapat Bonus Libur Tambahan dari Bojan Hodak
"Saya tidak mau bicara liga sebelumnya tidak baik, tapi setidaknya ada perbaikan secara perwasitan, sistem VAR, dan kompetisi penuhnya. Sehingga kekurangan di sana-sini bisa tertutupi," kata Erick saat meresmikan Garuda Academy di Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025.
"Kalau masih ada yang mempertanyakan, oh juara ini kurang lebih, ya menurut saya hasil ini yang terbaik," tambahnya.
Erick pun meminta semua pihak menghormati tim-tim yang sudah berprestasi dan juga memberikan apresiasi kepada Liga. Menurutnya tidak ada hal-hal yang memiliki sesuatu yang punya konflik kepentingan.
"Saya akan pastikan kalau ada hal-hal yang diisukan match fixing, selama ada black and white-nya, selama ada buktinya, ya pasti kita tindak. Cuma kalau hanya asumsi-asumsi ya sulit. Tapi kami, saya sendiri sudah membuktikan tidak ada campur tangan yang seperti itu," imbuhnya.
Baca Juga: Persib Juara Liga 1 2024-2025, Marc Klok: Tekanan Besar tapi Hasilnya Luar Biasa
Terkait format kompetisi penuh tanpa babak final yang diterapkan musim ini, Erick membuka ruang evaluasi.
Menurutnya, format ini memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam hal jadwal padat dan kesiapan operasional klub.
Namun demikian, ia menilai langkah ini sebagai bentuk profesionalisme yang wajib dijaga demi peningkatan kualitas Liga Indonesia.
Ke depan, Erick menyebut fokus PSSI adalah menjadikan Liga 1 sebagai kompetisi terbaik di Asia Tenggara, bahkan masuk dalam jajaran 12 besar di Asia.