SportlinkNews - Dari aspek pemenuhan kriteria Club Licensing BRI Liga 1 2024/2025 ada peningkatan signifikan dibanding siklus sebelumnya di musim 2023/2024.
Beberapa aspek bahkan lonjakannya di musim ini mampu terpenuhi hingga 100 persen.
Berdasarkan hasil Club Licensing Cycle 2024/2024 oleh First Instance Body (FIB) dan Appeal Body (AB) yang tergabung dalam Komite Club Licensing, seluruh aspek pemenuhan kriteria club licensing oleh 18 klub Liga 1 semuanya meningkat dengan rata-rata peningkatan sebesar 27 persen dari siklus 2023/2024.
Baca Juga: Penampilan Lewis Hamilton di Met Gala 2025 Penuh Simbolisme Hingga Kancing Manset
Seperti untuk aspek sporting ACL elite liganya, musim 2024/2025 ini meningkat dari 49 persen menjadi 80 persen. Lalu, aspek infrastruktur dari 72 persen melonjak jadi 100 persen.
Begitu juga aspek personil & administrasi dan legal dari 63 persen dan 80 persen juga meningkat pesat menjadi sama-sama 100 persen.
Sementara untuk aspek finansial dari siklus 2023/2024 yang hanya memenuhi 45 persen naik menjadi 63 persen terpenuhi.
Total secara keseluruhan ada peningkatan dengan rata-rata 27 persen. Dari sebelumnya hanya 62 persen pemenuhan lima aspek club licensing meningkat menjadi 89 persen di musim ini.
Baca Juga: PUMA Berikan Penghormatan kepada Para Pemain Hebat dengan Paket 'Royalty' dari King
Tapi bagaimana dengan klub-klub yang masih memiliki tunggakan gaji pemain, mengapa bisa lolos club licensing, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus mengatakan bahwa penilaian club licensing dilandasi dari data yang masuk pada 31 desember 2024.
Oleh karena itu semuanya clear dan bagus. LIB sendiri sebagai selaku pemegang mandat PSSI dalam pelaksanaan Club Licensing ini.
"Terhadap tunggakan yang ada, memang liga bukan hanya punya jurus, tapi ada deposit milik klub. Jika nantinya sampai batas akhir kompetisi tunggakan itu belum diselesaikan oleh klub, maka ini dijadikan suatu umpan balik untuk membayarkan segala kewajiban tadi," tutur Ferry.
"Kedua, kita punya variabel kontribusi yang kita berikan, salah satunya dalam aspek finansial, kalau ada tunggakan maka kontribusinya ya dikurangi. Jadi sanksi itu sudah jelas ada dan ini sudah berjalan dua tahun," tegasnya menambahkan.