liga-indonesia

Ketum PSSI Kaget Yuran Fernandes Disanksi Satu Tahun, PSM Disarankan Banding

Minggu, 11 Mei 2025 | 08:22 WIB
Yuran Fernandes baru saja dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 1 tahun.

SportlinkNews - Yuran Fernandes baru saja dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 1 tahun. Ketua Umum PSSI Erick Thohir kaget dengan hukuman yang diberikan Komisi Disiplin PSSI.

Yuran Fernandes adalah kapten PSM Makassar. Ia disanksi setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial. Pemain belakang itu mengkritik sepak bola Indonesia.

Kritikan itu diutarakan setelah PSM kalah 1-3 dari PSS Sleman dalam lanjutan Liga 1 2024-2025 pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Baca Juga: Hasil Liga 1: PSM Makassar Hentikan Perlawanan Malut United, Tiga Gol Bersarang di Gawang Laskar Kie Raha

Keputusan itu diambil setelah pemain asal Tanjung Verde itu mengunggah komentar negatif tentang sepak bola Indonesia dan mempublikasikannya di laman pribadinya.

"Sepak bola di Indonesia itu cuma guyonan, jadi kelas dan korupsi di sini tidak akan pernah berubah. Kalau mau cari duit, datang saja ke Indonesia. Tapi kalau mau serius main sepak bola, jauhi tempat ini," kritik Yuran di laman Instagram miliknya.

Insiden itu bermula saat wasit menganulir gol gelandang tersebut dalam laga PSM Makassar vs PSS Sleman. Yuran mengatakan itu adalah "peluit palsu" dan tidak bisa tenang.

Baca Juga: Red Sparks Dapatkan Pengganti Megawati, Ko Hee Jin Gandeng Elisa Zanette

Di akhir pertandingan, PSM Makassar kalah 1-3 dari lawannya. Kekalahan ini sangat memengaruhi peluang PSM Makassar untuk bersaing memperebutkan gelar.

Wakil Indonesia itu juga baru saja mengalami kekalahan 0-2 dari Hanoi Police Club di kancah Asia Tenggara sehingga kehilangan kesempatan untuk melaju ke babak final.

Bahkan, Yuran Fernandes telah menyadari keseriusan pernyataannya. Ia menghapus status yang menyinggung itu dan meminta maaf.

Baca Juga: Sains Olimpiade: Olahraga Curling

Gelandang kelahiran 1994 itu menulis: "Saya ingin meminta maaf dan berharap agar postingan saya ini tidak disalahartikan dalam konteks yang lebih luas. Ini murni perasaan kecewa pribadi saya terhadap situasi di lapangan, sekaligus mencerminkan keprihatinan dan harapan saya kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia dan penyelenggara kejuaraan nasional, agar sepak bola Indonesia dapat berkembang dan menjadi lebih baik dari saat ini. Terima kasih."

Tentu saja, ini merupakan permintaan maaf yang agak terlambat. Erick Thohir sendiri menanggapi bahwa Yuran Fernandes harus meninggalkan kejuaraan negeri ini.

Halaman:

Tags

Terkini