Insiden itu mengakibatkan pecahnya kaca bagian kiri bus yang ditumpangi tim tamu.
Baca Juga: MotoGP Prancis: Balap Penuh Drama! Pembalap Honda Johann Zarco Tampil Brilian Kuasai Sirkuit Le Mans
Kejadian tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari pihak Persik Kediri.
Melalui akun Instagram Persik Kediri News, mereka menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap aksi oknum suporter Arema.
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa insiden serupa sudah berulang kali terjadi dan mencoreng semangat sportivitas.
Baca Juga: Resmi Tinggalkan PEC Zwolle, Pelatih Eliano Reijnders Minati Tawaran dari Klub Indonesia
“Sudah menjadi kebiasaan buruk, Aremania menyerang bus Persik Kediri saat keluar dari Stadion Kanjuruhan."
"Aremania tidak belajar dari Tragedi Kanjuruhan. Menyedihkan,” tulis unggahan tersebut.
Aksi anarkis ini menjadi perhatian serius, terutama bagi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Mengingat trauma yang masih membekas dari Tragedi Kanjuruhan, tindakan kekerasan semacam ini berpotensi memengaruhi keputusan apakah Arema FC masih diperbolehkan menggunakan Stadion Kanjuruhan untuk laga berikutnya.
Arema FC dijadwalkan kembali bermain di kandang saat menghadapi Semen Padang pada Minggu, 25 Mei 2025.
Namun, belum ada kejelasan apakah laga itu tetap digelar di Kanjuruhan atau dipindahkan menyusul insiden pelemparan tersebut.