Madura United bertengger di urutan ke-14 dengan 33 poin, sedangkan Persis Solo relatif lebih unggul dengan 35 poin di peringkat ke-13.
Baca Juga: Pemain Las Palmas Kirian Rodriguez Donasikan Jersey Bersejarahnya ke Legends
Meski lebih unggul secara angka, posisi Persis belum sepenuhnya aman.
Jika mereka kalah dalam dua laga tersisa dan Barito Putera berhasil menyapu bersih kemenangan, maka Laskar Antasari akan mengoleksi 37 poin, meninggalkan Persis dengan 35 poin.
Hal serupa juga berlaku bagi Madura United.
Baca Juga: Ibarat Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga: Boston Kalah di Gim 4 dan Tatum Cedera
Dengan dua laga tersisa, kekalahan beruntun bisa membuat mereka tetap di angka 33 poin—yang masih bisa disalip oleh Barito Putera dan PSS Sleman, yang masing-masing memiliki potensi mencapai 37 dan 34 poin.
Semen Padang, juara Liga Primer Indonesia 2011–2012 dan Piala Indonesia 2012, juga belum bisa bernapas lega.
Dengan selisih satu poin dari Barito Putera dan tiga poin dari PSS Sleman, Kabau Sirah dituntut untuk meraih kemenangan di dua laga terakhir mereka.
Baca Juga: Pengembangan Bisnis di Etihad, Bikin Manchester City Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal
Berikut jadwal pertandingan krusial yang akan menentukan nasib lima tim tersebut:
Pekan ke-33 (17–18 Mei 2025):
- Barito Putera vs PSM (17/5, 15.30 WIB)
- Bali United vs Madura United (17/5, 15.30 WIB)
- PSS Sleman vs Persija (17/5, 19.00 WIB)
- Persis Solo vs Dewa United (17/5, 19.00 WIB)
- Semen Padang vs Persik (18/5, 15.30 WIB)
Pekan ke-34 (25 Mei 2025):
- Madura United vs PSS Sleman (15.30 WIB)
- PSIS Semarang vs Barito Putera (15.30 WIB)
- Persib Bandung vs Persis Solo (15.30 WIB)
- Arema FC vs Semen Padang (15.30 WIB)
Situasi ini membuat setiap laga menjadi sangat penting, karena satu hasil buruk bisa mengubah segalanya di papan bawah klasemen.