SportlinkNews - PSIM Yogyakarta menjadi satu dari tiga tim promosi di kasta Liga 1 musim 2025/26. Kehadiran Laskar Mataram ini semakin menambah semarak persaingan di Liga 1 musim depan.
PSIM pun menegaskan tidak mau main-main dan berkomitmen untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Sebagai langkah awal persiapan menuju kompetisi Liga 1 2025/26, manajemen PSIM melakukan serangkaian audiensi.
Baca Juga: Striker Ilija Spasojevic Antusias Bhayangkara Presisi Lampung FC Kembali ke Liga 1
PSIM melakukan silaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X serta Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Saat audiensi dengan Wali Kota, Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus tim.
Pertama tentang penggunaan lokasi pertandingan (venue) sementara bagi PSIM Yogyakarta di Liga 1. Liana mengatakan bahwa standar penggunaan stadion untuk Liga 1 berbeda jauh dengan Liga 2.
Baca Juga: David da Silva Tinggalkan Persib, Torehkan Catatan Emas dalam Sejarah Maung Bandung
“Ada persyaratan ketat dari PSSI yang harus dipenuhi, seperti kualitas pencahayaan yang memadai serta penerapan tempat duduk tunggal (single seat)," ungkap Yuliana Tasno.
"Stadion Mandala Krida dan Stadion Sultan Agung Bantul belum memenuhi kriteria karena masalah teknis seperti lampu yang berkaitan dengan penyiaran dan single seat,” lanjutnya.
Kedua, Liana mengingatkan perlunya pengembangan jangka panjang Stadion Mandala Krida sebagai salah satu opsi venue, meskipun saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ketiga, terkait fasilitas lapangan latihan (training ground), PSIM juga berkomitmen untuk mengembangkan sepak bola usia muda di Kota Yogyakarta dan sekitarnya agar dapat bersaing secara nasional.
Yuliana juga menyampaikan tantangan yang selama ini dihadapi PSIM adalah tempat latihan yang kerap berpindah-pindah.