Hal itu terbukti dari sejumlah insiden keras yang melibatkan pemain kuncinya.
Baca Juga: Faktor Penentu Peraih Ballon d'Or 2025, Berikut Ranking Calon Nominasi; Tidak Ada Messi dan Ronaldo
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, harus mengalami cedera serius akibat tekel keras dari pemain Arema FC, Paulinho.
Gelandang anyar Oxford, Brian De Keersmaecker, juga mendapat tekel berbahaya dari Tanaboon Kesarat (Port FC), yang berujung kartu merah.
“Brian bilang bahwa dia sangat beruntung kakinya tidak patah. Itu bisa saja menjadi cedera serius."
Baca Juga: Arsenal Rogoh Rp 1,2 Triliun Untuk Uang Muka Datangkan Viktor Gyokeres
"Tekelnya sangat buruk dan jelas bukan sesuatu yang Anda harapkan di final turnamen seperti ini,” tegas Rowett.
Di sisi lain, dari sudut pandang taktik dan fisik, Rowett menilai turnamen ini tidak banyak memberikan manfaat bagi persiapan timnya jelang musim baru Liga Inggris.
Ia menyebut waktu latihan yang minim dan frekuensi perjalanan antar lokasi membuat ritme latihan tidak optimal.
Baca Juga: Turnamen Padel Sirkuit Indonesia Open 2025 Kedua Berlanjut ke Bandung
“Saya tidak yakin kami bisa belajar banyak dari segi sepak bola di turnamen ini."
"Ini memang pengalaman berbeda secara budaya, namun sebagai persiapan kompetisi, manfaatnya sangat terbatas,” kata mantan pelatih Derby County tersebut.
Rowett pun menyarankan jika ke depannya klubnya kembali berkunjung ke Indonesia, pendekatan dan perencanaannya perlu dilakukan secara berbeda.
Baca Juga: Fans Chelsea Klaim 2 Bintang Ini Bungkam Semua Keraguan di Piala Dunia Antarklub
“Kalau kami datang lagi, mungkin kami akan melakukannya dengan cara yang berbeda."