Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di kawasan ini tentu tidak luput dari radar mereka, dan PSM tampaknya dianggap sebagai mitra yang potensial.
Baca Juga: Siap-siap, El Clasico Barca vs Real Madrid akan Digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Menurut Asep Saputra, manajemen PSM kemungkinan besar telah menjalankan pendekatan bisnis yang strategis dan membangun komunikasi yang baik dengan pihak Adidas.
Hal ini membuat perusahaan global tersebut yakin bahwa kolaborasi dengan PSM dapat menghasilkan penjualan jersey yang tinggi, terutama di kalangan pecinta jersey original di Indonesia.
"Teknisnya ini ada di bagian bisnis PSM," kata Asep menekankan.
Baca Juga: An Se-young Siap Tempur di Kejuaraan Dunia 2025 meski Cedera Lutut
Tak hanya mendukung PSM, Adidas juga turut bekerja sama dengan operator kompetisi, I.League.
Untuk musim 2025-2026, bola resmi pertandingan serta seragam wasit akan menggunakan produk Adidas.
Ini menjadi langkah besar lain dalam membangun kesan profesionalisme dan standardisasi yang lebih tinggi di liga domestik.
Baca Juga: LAFC Rekrut Son Heung-min, Winger Korea Jadi Rekan Setim Adrian Wibowo
"Kalau di I.League, Adidas itu hanya masuk ke seragam tim produksi, bola untuk pertandingan, dan baju wasit," jelas Asep.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini tidak membatasi klub-klub lain untuk menjalin hubungan sponsor apparel secara independen.
Klub tetap memiliki kebebasan untuk mengelola aset komersial mereka dan melakukan pendekatan ke berbagai calon sponsor.
Baca Juga: Jelang Laga Perdana Super League Pemain Persija Menyambangi Markas Jakmania
Asep menyambut baik kehadiran Adidas dan memandang kolaborasi ini sebagai perkembangan positif bagi industri sepak bola nasional.