liga-indonesia

Cahya Supriadi Bersinar, Muhammad Ardiansyah Terpinggirkan di PSM Makassar

Minggu, 10 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Cahya Supriadi awali ISL 2025-2026 dengan cleansheet bersama PSIM Yogyakarta, sementara Muhammad Ardiansyah belum bermain di PSM Makassar. (@timnasindonesia)

Usai musim lalu membela Bekasi City di Liga 2, Cahya memutuskan bergabung ke PSIM dan langsung dipercaya menjadi kiper utama.

Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik

Pada laga perdananya di kasta tertinggi, PSIM secara mengejutkan menang 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Cahya sukses mencatatkan cleansheet di hadapan publik Surabaya, sekaligus unggul dari mantan kiper nomor satu timnas senior, Ernando Ari, yang membela Persebaya.

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memuji penampilan timnya dan berharap performa tersebut bisa menjadi standar permainan di setiap pekan.

Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Liverpool: Pratinjau Superkomputer Opta Community Shield

Cahya Supriadi saat masih berseragam Persija Jakarta sebelum bergabung dengan PSIM Yogyakarta. (Persija)

Musim ini menjadi momen penting bagi Cahya, yang untuk pertama kalinya bermain sebagai kiper utama di Liga 1.

Jika ia mampu menjaga konsistensi, posisinya di timnas U-23 Indonesia berpotensi menguat.

Sebaliknya, jika Ardiansyah terus minim menit bermain di PSM, posisinya sebagai pilihan utama di timnas U-23 bisa terancam.

Baca Juga: Pemenang Community Shield Tidak Jaminan Juara Liga Primer Inggris

Perubahan hierarki kiper timnas U-23 bukan hal yang mustahil mengingat performa di klub sering menjadi pertimbangan utama pelatih.

Situasi berbeda yang dialami kedua kiper ini menjadi sorotan di awal musim ISL 2025-2026.

Bagi Cahya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi pilihan utama, sementara bagi Ardiansyah, ini menjadi tantangan untuk merebut kembali posisi dan mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Halaman:

Tags

Terkini