Usai musim lalu membela Bekasi City di Liga 2, Cahya memutuskan bergabung ke PSIM dan langsung dipercaya menjadi kiper utama.
Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik
Pada laga perdananya di kasta tertinggi, PSIM secara mengejutkan menang 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Cahya sukses mencatatkan cleansheet di hadapan publik Surabaya, sekaligus unggul dari mantan kiper nomor satu timnas senior, Ernando Ari, yang membela Persebaya.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memuji penampilan timnya dan berharap performa tersebut bisa menjadi standar permainan di setiap pekan.
Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Liverpool: Pratinjau Superkomputer Opta Community Shield
Musim ini menjadi momen penting bagi Cahya, yang untuk pertama kalinya bermain sebagai kiper utama di Liga 1.
Jika ia mampu menjaga konsistensi, posisinya di timnas U-23 Indonesia berpotensi menguat.
Sebaliknya, jika Ardiansyah terus minim menit bermain di PSM, posisinya sebagai pilihan utama di timnas U-23 bisa terancam.
Baca Juga: Pemenang Community Shield Tidak Jaminan Juara Liga Primer Inggris
Perubahan hierarki kiper timnas U-23 bukan hal yang mustahil mengingat performa di klub sering menjadi pertimbangan utama pelatih.
Situasi berbeda yang dialami kedua kiper ini menjadi sorotan di awal musim ISL 2025-2026.
Bagi Cahya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi pilihan utama, sementara bagi Ardiansyah, ini menjadi tantangan untuk merebut kembali posisi dan mendapatkan menit bermain lebih banyak.