Saat itu, Beltrame tampil 16 kali, mencetak empat gol, dua assist, dan turut membawa Persib meraih trofi juara.
Baca Juga: Bek Persib Zalnando Dipinjamkan ke Persita untuk Super League 2025/26
Kebetulan, baik Barba maupun Beltrame sama-sama kelahiran 1993.
Meski begitu, Barba menegaskan bahwa keputusannya memilih nomor 93 bukan karena ingin mengikuti jejak rekannya, melainkan murni pilihan pribadi.
“Saya memang beberapa kali berbicara dengan Teto (sapaan Stefano Beltrame) sebelum datang ke sini."
Baca Juga: Pelatih Dewa Unted Banten FC Jan Olde Riekerink Yakin Timnya akan Menang Melawan Persija
"Dia banyak bercerita hal-hal positif tentang Persib. Dia juga berhasil membawa klub ini menjadi juara."
"Tentu saya berharap bisa meraih bukan hanya satu, tetapi banyak trofi. Namun soal nomor punggung, ini murni pilihan saya,” ungkap Barba.
Meski tidak secara langsung menyinggung kesamaan dengan Beltrame, kesamaan tahun kelahiran keduanya membuat nomor 93 semakin terasa istimewa.
Baca Juga: Dewa United Banten FC vs Persija: Bakal Terjadi Duel Sengit di Lini Tengah
Baik Barba maupun Beltrame sama-sama mengawali karier profesional di Italia dan kemudian merumput bersama Persib dengan harapan menorehkan kesuksesan.
Kini, Barba menjadi tumpuan baru di lini belakang Persib Bandung.
Dengan pengalaman panjangnya di kompetisi Eropa, eks pemain Benevento, Real Valladolid, dan Chievo Verona ini diharapkan mampu memberikan stabilitas sekaligus memperkuat pertahanan Maung Bandung dalam menghadapi kompetisi panjang Super League 2025-2026.