liga-indonesia

I.League Klarifikasi Aturan Rekam Pertandingan: Suporter Tetap Boleh Bikin Konten Non-Komersial

Kamis, 11 September 2025 | 22:13 WIB
Regulasi yang dikeluarkan untuk I.League untuk influencer/conten creator di pertandingan Super League 2025/2026. (I.League)

SportlinkNews - Kabar menggemparkan muncul di dunia maya setelah beredar unggahan mengenai regulasi baru Super League.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa penonton dilarang merekam pertandingan di stadion untuk kemudian diunggah ke media sosial pribadi.

Alasan yang beredar, larangan itu diberlakukan demi menjaga kenyamanan penonton lain yang menyaksikan langsung di stadion.

Selain itu, aktivitas merekam dan menyebarkan tayangan pertandingan dianggap sebagai bentuk pembajakan, mengingat setiap laga memiliki hak siar resmi yang dipegang oleh EMTEK dan I.League.

Baca Juga: Persita Raih Kemenangan Pertama Super League 2025/26, Dua Penalti Tumbangkan PSM Makassar

Namun kemudian, I.League pun mengklarifikasinya. Dalam rilis tertulisnya, I.League menjelaskan mengenai kebijakan produksi konten di dalam stadion. 

Mereka menegaskan bahwa tidak ada regulasi khusus yang membatasi penonton umum.

Selama aktivitas produksi konten oleh penonton, seperti merekam video atau mengambil foto, bersifat non-komersial (misalnya sekadar membagikan pengalaman pribadi di media sosial tanpa tujuan menjual atau monetisasi). 

I.League mengaku menyadari bahwa penonton adalah bagian penting di dalam menciptakan atmosfer stadion yang elektrik dan penuh semangat. Penonton juga dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari semaraknya pertandingan. 

Baca Juga: Hong Kong Open 2025: Kejutan Manis Adnan/Indah, Jadi Wakil Kedua di 8 Besar Usai Taklukkan Unggulan 4

"Kami mendorong para suporter untuk terus membagikan momen kebahagian mereka saat menyaksikan pertandingan Super League. Pembatasan hanya diberlakukan bagi media serta para pembuat konten komersial (influencer)," tulis mereka dalam rilis yang dikeluarkan, Kamis, 11 September 2025. 

Posisi media dalam pertandingan memiliki batasan tugas yang spesifik untuk memastikan alur kerja yang efisien dan menghormati hak siar yang ada.

Jurnalis yang duduk di tribun media diharapkan fokus untuk menulis laporan dan berita pertandingan, sedangkan fotografer profesional memiliki area khusus di pinggir lapangan untuk mengambil foto berkualitas tinggi.

Mengenai pengambilan video dari tribun media oleh wartawan, saat ini I.League belum memberikan izin untuk itu.

Baca Juga: Revans Manis! Sabar/Reza Tumbangkan Hoki/Kobayashi di Hong Kong Open 2025

Kebijakan ini diterapkan karena semua hak siar untuk pertandingan telah dikelola secara eksklusif oleh pihak yang memiliki lisensi resmi, dalam hal ini EMTEK.

Untuk para pembuat konten seperti YouTuber dan influencer, I.League memahami keinginan untuk mengabadikan pertandingan.

Namun, alasan pembatasan perekaman video untuk tujuan komersial adalah adanya potensi kegiatan yang signifikan dan tumpang tindih dengan hak siar resmi. 

"Perlindungan terhadap hak siar ini sangat penting agar penyelenggaraan kompetisi dan liputan media dapat terus berjalan secara profesional dan berkelanjutan," imbuh mereka. 

Baca Juga: Tiga Fakta Menarik Kemenangan PSBS Biak di Kandang Semen Padang

"Sebagai bagian dari upaya untuk melindungi hak media resmi sekaligus tetap mengapresiasi kreativitas para pembuat konten, kami juga tengah menyiapkan mekanisme tersendiri bagi YouTuber maupun konten kreator yang ingin membuat konten pertandingan," tambahnya. 

Mekanisme ini nantinya akan mengatur ruang lingkup dan tata cara perekaman serta distribusi konten agar tidak bertentangan dengan hak siar yang telah dimiliki oleh pihak resmi.

Detail mengenai mekanisme tersebut akan diumumkan secara resmi pada tahap berikutnya, setelah melalui proses diskusi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

I.League berkomitmen untuk menciptakan keseimbangan antara pengalaman otentik para penonton dan kewajiban profesional kepada para pemegang hak siar. 

Baca Juga: Tanpa Wakil, Ganda Putri Indonesia Tersisih dari Hong Kong Open 2025

Operator kompetisi Liga Indonesia itu pun berterima kasih atas pengertian dan kerja sama dari para penonton, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.

Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe mengatakan agar semua pihak bisa menelaah lebih dalam lagi, terutama para suporter. Ia berharap jangan sampai ada miskomunikasi. 

"Mohon ditelaah lebih mendalam, dimaknai sebagai hal positif dan konstruktif. Semoga bermanfaat," tukasnya.  

Tags

Terkini