Lebih jauh, Ferry mengungkapkan kemungkinan Liga Putri baru akan mulai bergulir pada 2026.
Baca Juga: Waduh, Arne Slot Mengaku Belum Banyak Bicara dengan Alexander Isak Sejak Tandatangan Kontrak
Meski begitu, sejumlah persiapan harus segera dilakukan dari sekarang.
Ia menilai, penyelenggaraan bukanlah masalah utama karena pihaknya sudah berpengalaman.
Tantangan yang lebih besar justru ada pada sisi industri, sponsorship, dan regulasi klub peserta.
Baca Juga: Lawan Arsenal, Pelatih Baru Nottingham Forest Menolak Disebut Jadi Ajang Pembuktian
Ferry menjelaskan, klub yang ikut serta perlu dipastikan kesiapan regulasi, termasuk soal kategori usia.
Selain itu, kerja sama dengan sponsor juga menjadi hal penting demi keberlangsungan liga.
Dari diskusi terakhir, hanya ada empat tim yang menyatakan minat untuk ambil bagian.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Jelang Duel Arsenal vs Nottingham Forest
Jumlah tersebut dianggap masih terlalu sedikit untuk menjalankan sebuah kompetisi.
“Kalau untuk liga, sebenarnya empat tim kurang. Tapi ini awal, 2026 itu masih di tahap persiapan awal. Jadi tidak lama lagi."
"Persiapannya memang harus dari sekarang, tidak hanya soal penyelenggaraan, tapi juga aspek industri dan sponsor,” tutur Ferry Paulus.
Dengan adanya rencana ini, diharapkan sepak bola putri Indonesia kembali memiliki wadah kompetitif setelah absen lebih dari enam tahun.
Kehadiran Liga Putri diyakini dapat meningkatkan kualitas pemain dan menjadi sarana regenerasi bagi Timnas Putri Indonesia.