Wajar bila Souza pada awal musim lebih mengandalkan pemain lain yang sudah siap secara fisik maupun taktik.
Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketua KONI Sulteng Termuda, Fathur Razaq Sebut Dirinya Pelayan Insan Olahraga
Nama seperti Arlyansyah Abdulmanan pun lebih sering tampil.
Sementara itu, Rayhan Hannan, rekan Dony di timnas, masih mendapat kesempatan dengan dua kali tampil, termasuk starter pada pekan ketiga.
Namun, kesempatan bagi Dony tetap tak kunjung datang.
Baca Juga: Dennis Schroder Dinobatkan sebagai MVP FIBA EuroBasket 2025
Bahkan setelah kembali dari training camp untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, ia kembali duduk di bangku cadangan pada pekan kelima Super League.
Souza justru memberi kepercayaan kepada Alfriyanto Nico, pemain muda lain yang tidak terganggu agenda timnas.
Situasi ini mendapat sorotan dari pelatih timnas U-23, Gerald Vanenburg.
Baca Juga: Lelang Koleksi Kartu Jordan-Kobe Pecahkan Rekor Sepanjang Masa Tembus Rp211,8 Miliar
Ia mengeluhkan minimnya jam terbang para pemain muda di klub.
Vanenburg mencontohkan ada pemain yang hanya bermain 14 menit dalam tiga laga, bahkan Dony lebih sedikit dengan hanya enam menit.
Menurutnya, hal ini menyulitkan pemain untuk berkembang.
Baca Juga: Yonatan Kae Resmi Tinggalkan Pacific Caesar Surabaya Siap Memulai Petualangan Baru
“Pemain harus bermain di klub untuk bisa lebih baik. Sulit jika mereka tidak mendapatkan menit bermain,” ujar Vanenburg.