SportlinkNews - Persijap Jepara mengalami situasi yang buruk dalam 5 pekan terakhir di kompetisi Super League 2025/26. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini harus menelan pil pahit dengan 5 kekalahan beruntun.
Catatan ini menjadikan Persijap sebagai tim kedua yang mengalami 5 kekalahan beruntun setelah Semen Padang FC.
Persijap pun kini berada di peringkat 15 yang menjadi batas zona degradasi. Jika ingin lolos dari zona degradasi maka Persijap harus mampu meraih kemenangan mutlak di laga-laga berikutnya.
Baca Juga: Siwo Award 2025 Resmi Diluncurkan, Kembali Hadir Apresiasi untuk Insan Olahraga Indonesia
Sejatinya, Persijap memulai debutnya di Super League musim ini dengan berbagi poin saat berjumpa dengan PSM Makassar dan bermain imbang 1-1.
Bahkan di pekan kedua Persijap secara mengejutkan berhasil mengalahkan Persib Bandung 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Menghadapi Borneo FC, Persijap tidak berdaya dan menyerah 3-1 di Stadion Segiri. Disusul pekan berikutnya, Persijap mampu menahan imbang 0-0 skuat Arema FC serta menang 2-1 atas Persis Solo di Manahan.
Tren negatif Persijap dimulai sejak dikalahkan Persita 2-1 di pekan ke-7. Lalu menyusul kekalahan pekan berikutnya dari Persik Kediri 0-2.
Pekan berikutnya Persijap ditekuk Bali United FC 1-2. Ironinya, tiga kekalahan tersebut terjadi di kandang Persijap.
Tapi rupanya penderitaan Persijap juga berlanjut di laga tandang saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Persijap kalah 0-2.
Kekalahan selanjutnya kembali terjadi di kandang Persijap dengan ditaklukan oleh Malut United FC dengan skor 1-2.
Upaya untuk memperbaiki performa skuat sudah dilakukan oleh sang pelatih Mario Lemos saat jeda internasional. Namun tetap saja belum menunjukkan perubahan.