SportlinkNews - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, seolah memiliki insting kuat dalam membaca dinamika persaingan gelar Super League 2025-2026.
Selepas pekan ke-14, ia mencium potensi bahaya yang datang bukan hanya dari pemuncak klasemen sementara Borneo FC, tetapi justru dari kebangkitan Persija Jakarta yang mulai menunjukkan performa stabil dan meyakinkan.
Dugaan Hodak itu perlahan terbukti.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Desember 2025: SEA Games, AFF Futsal, hingga Esports
Persija Jakarta kini mencatatkan enam kemenangan beruntun yang langsung mengerek peluang mereka dalam persaingan juara.
Berdasarkan proyeksi dari Footy Rankings, presentase Macan Kemayoran untuk menjuarai Super League saat ini meningkat menjadi 10 persen, naik signifikan dari prediksi sebelumnya yang hanya berada di angka 6 persen.
Pekan ke-14 Super League sendiri memberikan warna baru dalam peta persaingan papan atas.
Baca Juga: Rivalitas Satria Muda vs Pelita Jaya Bakal Semakin Panas di IBL 2026
Borneo FC, yang sebelumnya mencatat rekor impresif berupa 11 kemenangan beruntun, harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bali United.
Pada saat yang sama, dua pesaing terdekat mereka, Persija Jakarta dan Persib Bandung, sama-sama berhasil mengamankan tiga poin.
Meski posisi di papan klasemen tidak berubah, Borneo FC masih memimpin dengan 33 poin, disusul Persija Jakarta dengan 29 poin dan Persib Bandung yang mengoleksi 25 poin, perubahan besar justru terjadi pada perhitungan peluang juara.
Baca Juga: Islam Makhachev Cari Lawan Baru, Sean Brady Tunjuk Nama yang Lebih Pantas dari Kamaru Usman
Footy Rankings mencatat penurunan signifikan pada probabilitas Borneo FC menjuarai liga.
Tim berjuluk Pesut Etam itu mengalami penurunan peluang hingga 18 persen, turun dari proyeksi sebelumnya dan kini berada di angka 62 persen.